Makassar, Edarinfo.com – Al-Biruni Mandiri School terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional melalui pelaksanaan Cambridge English Qualification (CEQ), yang digelar pada Sabtu (2/5) di Kampus Karantina, Jalan Karantina No. 11, Makassar.
Sebanyak 51 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 49 siswa internal, yakni kelas 6 dan kelas 9, serta dua peserta dari luar sekolah. Para peserta mengikuti ujian pada level A2 (Key English Test) dan B1 (Preliminary English Test), yang merupakan bagian dari sistem sertifikasi global yang diselenggarakan oleh Cambridge Assessment English.
Ujian ini dirancang untuk mengukur empat keterampilan utama dalam berbahasa Inggris, yaitu membaca (reading), menulis (writing), mendengarkan (listening), dan berbicara (speaking). Selain sebagai evaluasi kemampuan, CEQ juga menjadi langkah strategis dalam memberikan eksposur internasional kepada siswa sejak dini.
Direktur Al-Biruni Mandiri School, Muhammad Arafah Kube menyampaikan bahwa pelaksanaan CEQ merupakan bagian dari roadmap institusi dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
“Melalui Cambridge English Qualification, kami tidak hanya menghadirkan sertifikasi internasional, tetapi juga membangun fondasi akademik yang kuat serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan global ke depan,” ujarnya.
Tak hanya bagi siswa, pada waktu yang sama juga digelar Teaching Knowledge Test (TKT) yang diikuti oleh tiga guru asal Kendari. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional tenaga pendidik dalam pengajaran bahasa Inggris berbasis standar internasional.
Melalui kegiatan ini, Al-Biruni Mandiri School semakin mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan standar global. Sekolah ini juga berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara akademik, berkarakter, serta adaptif terhadap dinamika dunia internasional.
Ke depan, Al-Biruni Mandiri School berharap dapat terus memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan, baik di tingkat maupun nasional, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi global. (*)