Seram Bagian Barat, Maluku, Edarinfo.com-Gempa susulan berkekuatan 4,9 SR kembali mengguncang Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada 4 Juli 2025, menyusul gempa pertama pada 22 Juni 2025. Kerusakan bangunan yang signifikan dan trauma mendalam melanda warga.

Laporan Kepala BPBD SBB, Nasir Suruali, per 8 Juli 2025, menunjukkan Desa Latu sebagai daerah terdampak terparah dengan 245 rumah rusak dan tiga keluarga mengungsi. Selain rumah warga, SD Namatotur (Dusun Wailey), MTs Almabrur, MA Almabrur, dan Musholla Al Ikhlas juga mengalami kerusakan. Kerusakan juga tercatat di Desa Hualoy (238 rumah), Desa Tomalehu (50 rumah), Desa Tala (5 rumah), dan Desa Rumahkay (10 rumah). Desa Seriholo belum melaporkan kerusakan.

Pemerintah SBB melalui BPBD telah bergerak cepat dengan melakukan pengecekan lapangan, pelaporan ke BNPB, koordinasi dengan OPD (Dinas Sosial, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, PUPR, Kesehatan, Pendidikan), penyaluran bantuan logistik dan tenda pengungsian, dan koordinasi intensif dengan BNPB serta PVMBG. Kunjungan lapangan pada 6 Juli 2025 yang melibatkan Bupati, Sekda, Forkopimda, dan OPD menghasilkan pembentukan posko terpadu di Desa Latu dan pendataan ulang kerusakan.

Meskipun bantuan telah diberikan, trauma warga tetap tinggi mengingat sejarah tsunami di daerah tersebut dan potensi gempa susulan. Untuk mengurangi dampak dan meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD SBB dan PVMBG akan menggelar sosialisasi dan mitigasi bencana gempa di Kantor Camat Amalatu pada 8 Juli 2025.

PVMBG juga akan melakukan penelitian kegempaan di Piru pada 9 Juli 2025. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk gempa dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang.(*)