Makassar, Edarinfo.com – Kebutuhan industri perhotelan terhadap tenaga kerja yang siap pakai mendorong dunia usaha mengambil langkah konkret. Hal itulah yang tercermin dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky Makassar dan Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) yang digelar di Claro Makassar, Pada Hari Kamis, (20/02/2026).
Dari perspektif industri, kolaborasi ini bukan sekadar seremoni kerja sama, melainkan strategi memperkuat ekosistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor hospitality dan industri kreatif Sulawesi Selatan. Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Ketua Phinisi Hospitality Indonesia Anggiat Sinaga, Ketua Yayasan Megarezky Moch. Noer Alim Qalby, Ph.D, Rektor Universitas Megarezky Prof. Anwar Ramli S.E, M.Si, serta para pimpinan unit hotel jaringan PHI seperti GM Rinra, GM Dalton, dan GM Almadera.
Ketua PHI Anggiat Sinaga menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri merupakan kunci membangun SDM unggul yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan kerja. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari ikhtiar kebaikan yang berkelanjutan.
“Sunnah Rasulullah untuk kebaikan, Phinisi Hospitality melakukan MoU dengan Yayasan Megarezky untuk membentuk sumber daya unggul ke depan. Anak didik lulusan Megarezky dapat menjalani internship di Claro, Almadera, Dalton, dan unit lainnya,” ujarnya.
Dari sisi industri, pembukaan akses magang tanpa batasan kuota menjadi poin penting. PHI memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung di berbagai divisi, mulai dari kitchen, service, hingga back office, sesuai dengan kompetensi akademik masing-masing. Langkah ini dinilai dapat menjembatani kesenjangan antara teori di bangku kuliah dan praktik di lapangan.
Kerja sama ini juga dinilai relevan karena Universitas Megarezky memiliki sejumlah program studi yang selaras dengan kebutuhan hospitality, termasuk bidang gizi yang berperan dalam pengelolaan dapur dan layanan makanan, serta manajemen yang dapat mendukung operasional bisnis perhotelan.
Ketua Yayasan Megarezky Moch. Noer Alim Qalby, Ph.D menyampaikan keyakinannya terhadap kualitas pembelajaran yang akan diperoleh mahasiswa selama menjalani magang di jaringan PHI. Ia menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap capaian kompetensi mahasiswa selama praktik industri berlangsung.
“Kami akan mengukur ilmu yang didapatkan selama magang di Claro dan unit lainnya, dan tidak ada keraguan sama sekali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pola magang nantinya akan dirumuskan lebih lanjut oleh bagian akademik agar penempatan mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri dan kurikulum masing-masing program studi.
Yayasan Megarezky yang berdiri sejak 2005 dan bertransformasi menjadi Universitas Megarezky pada 2018 kini memiliki 32 program studi dengan sekitar 9.500 mahasiswa. Kampus ini tercatat sebagai salah satu dari empat universitas terbesar di Sulawesi Selatan. Selain itu, yayasan juga mengelola SMK yang lulusannya berpotensi terserap di industri hospitality.
Rektor Universitas Megarezky Prof. Anwar Ramli S.E, M.Si menegaskan komitmen kampus untuk memperluas ruang kolaborasi, termasuk pada jenjang Pascasarjana dan program magang bagi mahasiswa semester lima ke atas.
Melalui MoU ini, peran industri tidak lagi sebatas pengguna tenaga kerja, tetapi turut menjadi mitra strategis dalam proses pembentukan kompetensi. Sinergi ini diharapkan melahirkan tenaga profesional yang kompeten dan siap bersaing di sektor hospitality serta industri kreatif yang terus berkembang di kawasan timur Indonesia.