Makassar, Edarinfo.com – Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Kota Makassar tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat posisi bahasa daerah di ruang pendidikan. BASAibu Wiki-Sulsel bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi meluncurkan Program “Kamus Masuk Sekolah” versi Kamus Digital Bahasa Makassar, Hari Selasa (24/02/2026)
Peluncuran ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Sekretaris Badan Bahasa, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, serta para siswa-siswi SD dan SMP se-Kota Makassar. Mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa”, kegiatan ini menegaskan pentingnya keterlibatan anak muda dalam menjaga keberlanjutan bahasa ibu di tengah arus globalisasi.
Program ini lahir dari kesadaran bahwa perkembangan teknologi yang pesat dan dominasi bahasa global dalam ruang pendidikan serta komunikasi menuntut inovasi dalam pelestarian bahasa daerah. Bahasa Makassar, sebagai bagian dari identitas lokal Sulawesi Selatan, perlu dihadirkan dalam format yang relevan dengan generasi digital.
Kamus Digital Bahasa Makassar ini mengintegrasikan tiga bahasa sekaligus—Makassar, Indonesia, dan Inggris—sehingga berfungsi sebagai jembatan antara identitas lokal dan kebutuhan komunikasi nasional maupun global. Pendekatan multibahasa ini diharapkan mampu memperkuat daya saing generasi muda tanpa tercerabut dari akar budayanya.
Tak hanya memuat padanan kosakata, kamus ini juga dilengkapi fitur video yang mulai dikembangkan pada 2025. Fitur tersebut memungkinkan pengguna memahami pelafalan, konteks penggunaan kata, serta nuansa budaya yang menyertainya. Inovasi ini menjadikan proses belajar bahasa lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakter pembelajaran generasi saat ini.
Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan kebanggaan berbahasa daerah sekaligus membangun kompetensi multibahasa yang adaptif terhadap perkembangan global. Karena itu, generasi muda ditempatkan sebagai aktor kunci dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di era digital.
Kamus Digital Bahasa Makassar–Indonesia–Inggris merupakan hasil sinergi berkelanjutan antara Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan BASAsulsel Wiki yang telah terjalin sejak 2023. Sejak peluncuran awalnya pada Juli 2024, pengembangan kamus ini terus dikawal, termasuk oleh Kepala Balai Bahasa saat itu, Pak Ganjar. Kolaborasi ini semakin diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara BASAibu Wiki dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tentang Kolaborasi Pelestarian Bahasa Daerah pada tahun lalu, yang menjadi landasan ekspansi program ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Kami membayangkan sebuah masa depan di mana setiap anak di Sulawesi Selatan, dari pelosok kampung hingga kota Makassar, tak hanya hafal rumus matematika atau fakta sejarah, tapi juga mampu bercerita dengan akar budaya kita yang dalam. Bayangkan mereka membuka kamus, bukan sekadar mencari arti kata, tapi menemukan jembatan menuju identitas diri—bahasa Makassar yang hidup, bernapas, dan penuh cerita. Itulah visi yang kita rayakan hari ini, di Hari Bahasa Ibu Internasional: Peluncuran program ‘Kamus Masuk Sekolah’ versi Kamus Digital Bahasa Makassar,” ujar Ita Ibnu, Koordinator Program BASAibu Wiki-Sulsel.
Rumah Budaya Rumata’ sebagai mitra lokal yang berfokus pada isu kebudayaan, seni, literasi, dan kepemudaan turut memainkan peran penting dalam kolaborasi ini. Bersama BASAibu Wiki, organisasi ini mendorong partisipasi bermakna generasi muda melalui pemanfaatan bahasa daerah dan platform digital, sekaligus membangun kolaborasi multipihak, termasuk dengan pemerintah.
Kini, Kamus Digital Bahasa Makassar dapat diakses melalui laman basasulselwiki.org dan aplikasi BASASulsel Wiki. Melalui Program “Kamus Masuk Sekolah”, diharapkan pemanfaatan kamus digital semakin meluas dalam proses pembelajaran, kegiatan literasi, dan praktik berbahasa sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Ke depan, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bersama para mitra berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi kebahasaan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan demi memastikan bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.