Seram Bagian Barat, Maluku,Edarinfo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan efektif Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penanganan darurat gempa bumi yang baru-baru ini melanda Kecamatan Amalatu.
Hasil monitoring lapangan pada Minggu, 6 Juli 2025, yang melibatkan Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menunjukkan keberhasilan langkah-langkah tanggap darurat yang telah diambil.
Namun, DPRD SBB juga menekankan perlunya peningkatan transparansi dan efektivitas sosialisasi pasca-bencana untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Wakil ketua II DPRD SBB, Haji Abd. Rauf Latulumamina, menyatakan bahwa meskipun respon awal memuaskan, komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat terdampak masih perlu ditingkatkan. Ini penting agar informasi mengenai bantuan dan langkah-langkah selanjutnya tersampaikan dengan jelas dan akurat.
Bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional Provinsi (BPNP) segera didistribusikan ke wilayah terdampak. Sejalan dengan itu, rencana mitigasi dan sosialisasi yang komprehensif telah disusun dan siap diimplementasikan. Meskipun penanganan bencana sejauh ini dinilai memadai, DPRD SBB menekankan perlunya penyempurnaan berkelanjutan untuk menghadapi potensi bencana serupa di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan upaya mitigasi bencana menjadi fokus utama untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Upaya mitigasi ini meliputi beberapa langkah strategis yang saling berkaitan dan terintegrasi: pertama, penilaian risiko gempa bumi yang komprehensif melalui studi geologi dan analisis konstruksi bangunan untuk mengidentifikasi wilayah dan bangunan yang rentan. Kedua, penguatan infrastruktur yang tahan gempa melalui perbaikan konstruksi, penggunaan material berkualitas tinggi, dan penerapan teknologi konstruksi modern pada bangunan-bangunan vital.
Ketiga, pengembangan sistem peringatan dini yang handal dan mudah diakses masyarakat, termasuk penyediaan sirine, aplikasi berbasis mobile, serta pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan merespon peringatan dini secara efektif. Keempat, pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan berbasis risiko untuk mencegah pembangunan di daerah yang rawan bencana. Semua langkah ini saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
Selain upaya mitigasi struktural, sosialisasi yang efektif juga krusial untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, langkah-langkah berikut direkomendasikan: penyediaan edukasi kesiapsiagaan gempa bumi yang terstruktur dan mudah dipahami, disesuaikan dengan konteks budaya lokal; pelaksanaan simulasi bencana secara berkala untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat dan petugas; penyebaran informasi yang terencana dan efektif melalui berbagai media, menggunakan bahasa yang mudah dipahami; serta pembentukan dan pelatihan tim tanggap darurat di tingkat desa untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan evakuasi, memberikan pertolongan pertama, dan mengkoordinasikan bantuan pasca bencana.
DPRD SBB berharap agar upaya mitigasi dan sosialisasi ini diintegrasikan dan diimplementasikan secara berkelanjutan untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana gempa bumi di Kecamatan Amalatu dan seluruh wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.
Keberhasilan upaya ini bergantung pada perencanaan yang matang dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat SBB.(*)