Sidrap, Edarinfo.com – Di tengah keterbatasan penanganan kesehatan mental di tingkat keluarga, Padli (26), warga Kecamatan Pituriase, akhirnya mendapat harapan baru setelah dikunjungi langsung oleh Anggota DPRD Sidrap, Andi Tenri Sangka, yang mendorong rujukan ke RS Arifin Nu’mang, Selasa (21/04/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama tim kesehatan dari Puskesmas Barukku, Nurhaya (Petugas Pustu Bila Riase), Jumaluddin (Petugas Jiwa Puskesmas Barukku), Suarti (Petugas Jiwa Puskesmas Barukku) sebagai bentuk respons atas kondisi Padli yang selama ini membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Dalam kunjungan itu, Andi Tenri Sangka bersama tenaga kesehatan melakukan asesmen awal sekaligus berdialog dengan pihak keluarga untuk memahami kondisi yang dihadapi. Dari hasil pemantauan, tim medis menilai bahwa Padli perlu segera mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit agar kondisinya tidak semakin memburuk.

“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal kemanusiaan. Kita ingin memastikan Padli mendapatkan penanganan yang layak dan tepat. Pemerintah melalui fasilitas kesehatan harus hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” ujar Andi Tenri Sangka.

Ia menegaskan bahwa penanganan gangguan kesehatan mental tidak bisa dilakukan sendiri oleh keluarga, melainkan membutuhkan dukungan tenaga medis dan fasilitas yang memadai.

“Kami berharap pihak keluarga bisa segera membawa yang bersangkutan ke rumah sakit agar bisa ditangani secara medis. Insya Allah, kami akan terus mengawal proses ini agar berjalan dengan baik,” tambahnya.

Pihak keluarga pun menyambut baik saran tersebut dan menyatakan kesiapan untuk membawa Padli ke rumah sakit.

“Terima kasih Pak Dewan, Pung Kengkeng dan Tim Puskesmas Barukku. Insya Allah kami sangat bersedia membawa keponakan kami untuk ditangani di RS Arifin Nu’mang,” ujar Hasbi, paman Padli.

Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian terhadap warga dengan gangguan kesehatan mental, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga dalam menghadirkan penanganan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. (*)