Jakarta,Edarinfo.com – Di tengah hiruk pikuk Senayan, asa dari timur Indonesia berkumandang nyaring. Saadiah Uluputty, ST, Anggota DPR RI, hadir dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2026. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung, memaparkan visi kebijakan fiskal dan pembangunan nasional yang merangkul penguatan pangan, energi, pendidikan, hingga infrastruktur berkeadilan.Jakarta 15 Agustus 2025
Saadiah Uluputty menekankan bahwa APBN bukan sekadar deretan angka dalam tabel, melainkan representasi dari kesejahteraan rakyat. Setiap alokasi anggaran membawa harapan bagi jutaan masyarakat, dari desa-desa hingga pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku. Aspirasi masyarakat yang diterimanya di lapangan sangat jelas, meliputi kebutuhan akan air bersih, jalan yang layak, dermaga penghubung antar-pulau, serta rumah ibadah yang nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Saadiah Uluputty menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pemerintahan. “Namanya juga pemerintahan, tentu rakyat juga punya ruang yang bebas untuk menyampaikan masukan dan kritikan kepada penguasa. Kritik bukanlah ancaman, melainkan sarana memperbaiki kebijakan yang tidak pro-rakyat. Karena kedaulatan sejati ada di tangan rakyat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa APBN 2026 harus menjangkau seluruh pelosok negeri, tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah terluar. Baginya, infrastruktur di Maluku bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jembatan menuju keadilan sosial yang membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, transportasi, ekonomi, serta rasa aman dari bencana.
Di usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia, semangat untuk mewujudkan anggaran yang berpihak pada rakyat terus membara. Saadiah Uluputty, dengan membawa suara Maluku dari Senayan, berjanji untuk terus mengawal amanah ini.
“Mari kita pastikan setiap rupiah dari APBN benar-benar menjadi wujud kemerdekaan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya, menutup rapat dengan harapan yang membumbung tinggi.(*)