Samarinda, Edarinfo.com – Peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi terus berkembang seiring dinamika industri yang semakin adaptif. Hal ini tercermin dalam kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, UPT Pengembang Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) UINSI Samarinda, serta PT Tradepro yang menggelar sosialisasi dan campus hiring bagi peserta yudisium Fakultas Syari’ah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum yudisium, yakni pada 23 April 2026 untuk Fakultas Syari’ah dan 27 April 2026 untuk FEBI. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk mempertemukan lulusan dengan peluang kerja yang relevan sejak dini.
Perwakilan UPT PKMA UINSI Samarinda, Gianto, S.Pd., S.IPi., M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai jembatan awal bagi lulusan dalam memasuki dunia profesional.
“Kami ingin lulusan tidak hanya terpaku pada pilihan karier yang umum, tetapi juga terbuka terhadap sektor-sektor baru yang potensial,” ujarnya.
Dari sisi industri, PT Tradepro melalui Head Human Capital Development, Fernaldi Anggadha, S.M., M.M., menegaskan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang penasihat berjangka ini berada di bawah pengawasan resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
Ia menjelaskan bahwa profesi Wakil Penasihat Berjangka (WPA) memiliki peran penting dalam memberikan analisis serta rekomendasi transaksi multilateral dan bilateral.
“Kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat, sehingga peluangnya sangat terbuka bagi lulusan yang siap berkompetisi,” jelasnya.
Sebagai bagian dari ekspansi di Kalimantan Timur, PT Tradepro menargetkan pembentukan 1.030 tenaga profesional WPA. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menawarkan peluang karier sebagai tenaga ahli tersertifikasi, sistem pengembangan karier yang terstruktur, serta potensi penghasilan yang kompetitif.
Adapun program pelatihan dan penempatan kerja Batch 1 UINSI dijadwalkan berlangsung pada 18–22 Mei 2026.
Sementara itu, Disnaker Kota Samarinda turut memberikan dukungan terhadap inisiatif ini. Perwakilannya, M. Umar Hadi, S.Pd., menilai bahwa kemunculan profesi baru seperti penasihat berjangka dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan.
“Ini menjadi alternatif strategis dalam menekan angka pengangguran terdidik,” ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran masih didominasi oleh lulusan pendidikan menengah dan tinggi. Kondisi ini menegaskan pentingnya membuka akses terhadap sektor pekerjaan baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam konteks tersebut, industri perdagangan berjangka dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru. Profesi Wakil Penasihat Berjangka pun hadir sebagai salah satu opsi karier yang tidak hanya relevan, tetapi juga menjanjikan bagi lulusan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lulusan Fakultas Syari’ah dan FEBI UINSI Samarinda semakin siap menghadapi dunia kerja serta mampu memanfaatkan peluang di sektor perdagangan berjangka sebagai bagian dari masa depan profesional mereka. (*)