Piru, Maluku,Edarinfo.com- memperingati Hari Lingkungan Dunia 2025 dengan menggelar apel gabungan dan aksi pembersihan sampah bertema “Hentikan Polusi Plastik” di kawasan Waimeten, Pantai Kota Piru, Kamis, Juni 2025. Acara ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong ekonomi sirkular.
Apel gabungan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten SBB, Bapak Leverne A. Tuasuun, menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mengurangi polusi plastik.
Dalam sambutannya, Bapak Tuasuun menyampaikan harapan agar aksi ini tidak hanya efektif dalam membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah awal menuju perubahan perilaku yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh peserta untuk berkomitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan Kabupaten SBB.
Aksi pembersihan sampah plastik melibatkan berbagai instansi pemerintah, TNI/Polri, organisasi vertikal, dan masyarakat umum. Sasaran utama adalah mengurangi pencemaran plastik, khususnya di daerah-daerah rawan.
Kegiatan ini lebih dari sekadar aksi bersih-bersih; ini adalah momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar. Edukasi dan sosialisasi intensif diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik sekali pakai.
Bapak Tuasuun juga menyampaikan gagasan inovatif untuk mengubah sampah plastik dari sumber polusi menjadi sumber ekonomi. Ia mengusulkan kerjasama antara sekolah dan perusahaan untuk mengumpulkan sampah plastik, yang kemudian dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi. Program ini diharapkan dapat memberikan pendapatan tambahan sekaligus mengurangi limbah plastik.
Pemerintah Kabupaten SBB berkomitmen mendukung program dan kegiatan pelestarian lingkungan. Keberhasilan upaya ini bergantung pada kerjasama dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kesadaran tinggi, diharapkan Kabupaten SBB dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian alam dan membangun ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Semoga kegiatan ini menginspirasi daerah lain di Maluku dan Indonesia untuk melakukan aksi serupa, mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan berdaya saing ekonomi.(*)