Sidrap, Edarinfo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Pemanfaatan Pekarangan Rumah melalui Budidaya Tanaman Obat sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan Media Tanam Arang Sekam” di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (16/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi penanaman serta praktik langsung di pekarangan rumah warga sebagai upaya mendorong pemanfaatan lahan rumah tangga secara produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program tersebut diinisiasi dan dilaksanakan oleh Nurhalizah, mahasiswi Program Studi Kehutanan Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam KKN-T Gelombang 115, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Ia menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi warga dengan memanfaatkan potensi pekarangan rumah.

“Melalui pemanfaatan pekarangan rumah, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan yang ada secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Nurhalizah.

Dukungan penuh datang dari masyarakat Kelurahan Amparita, khususnya warga yang bersedia menyediakan dan mengizinkan pekarangan rumahnya sebagai lokasi penanaman tanaman obat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui praktik penanaman bersama masyarakat dengan menggunakan media tanam arang sekam. Adapun jenis tanaman obat yang ditanam meliputi sereh (Cymbopogon citratus) yang berkhasiat menurunkan kolesterol dan tekanan darah serta berfungsi sebagai pengusir nyamuk alami; lengkuas (Alpinia galanga (L.) Sw) yang membantu mengatasi gangguan pencernaan dan mengurangi peradangan; temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang bermanfaat melancarkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan; serta bangle (Zingiber purpureum Roxb) yang dikenal dapat meredakan nyeri otot dan sendi serta membantu menurunkan demam.

Nurhalizah menambahkan, penggunaan media tanam arang sekam dipilih karena mudah diperoleh dan ramah lingkungan. “Arang sekam memiliki kemampuan menyimpan air dan nutrisi yang baik, sehingga cocok digunakan untuk budidaya tanaman obat di pekarangan rumah,” jelasnya.

Program kerja ini juga mendapat apresiasi dari Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Ilham Syarif, S.Pt., M.Si. Ia menilai kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah melalui budidaya tanaman obat tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Program ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi lingkungan dan kesehatan keluarga, tetapi juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan tanaman yang ditanam,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh warga setempat. Ibu Nani, salah seorang warga Kelurahan Amparita, menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain dapat menghijaukan pekarangan rumah dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat, tanaman yang ditanam juga bisa digunakan sebagai bumbu dapur bagi ibu rumah tangga,” katanya.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Amparita dapat terus mengembangkan budidaya tanaman obat di pekarangan rumah sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga, ketahanan pangan skala rumah tangga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)