Sidrap, Edarinfo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin mengembangkan pemanfaatan serai (Cymbopogon citratus) sebagai pengusir nyamuk alami yang aman dan ramah lingkungan guna meningkatkan kesehatan masyarakat desa.
Program kerja individu ini dipaparkan oleh Fiska Damayanti, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Proteksi Tanaman, dan dilaksanakan di Desa Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Senin (12/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah, di wilayah pedesaan. Di sisi lain, masyarakat masih banyak bergantung pada obat nyamuk berbahan kimia yang berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Masih banyak warga yang menggunakan obat nyamuk kimia tanpa mengetahui dampak jangka panjangnya. Padahal, desa memiliki potensi tanaman lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif yang lebih aman,” jelas Fiska.
Sebagai solusi, mahasiswa KKN memperkenalkan serai sebagai agen pengusir nyamuk alami. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa sitronelal dan geraniol yang efektif mengusir nyamuk, termasuk jenis yang menjadi vektor penyakit. Selain aman bagi kesehatan, pemanfaatan serai juga dinilai ramah lingkungan dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung. Masyarakat diberikan pengetahuan mengenai kandungan serai, prinsip kerjanya sebagai pengusir nyamuk, manfaat kesehatan, serta cara penggunaan yang aman. Mahasiswa KKN juga mendemonstrasikan pembuatan semprotan herbal, perebusan serai untuk aromaterapi, serta teknik penempatan tanaman serai di dalam dan sekitar rumah.
Antusiasme warga Desa Batulappa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga menilai metode ini sederhana, murah, dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk kimia.
“Program ini bertujuan agar masyarakat dapat menjaga kesehatan keluarga tanpa bergantung pada bahan kimia. Serai menjadi solusi alami yang aman, ramah lingkungan, dan efektif,” ujar Fiska Damayanti.
Program pemanfaatan serai ini sejalan dengan tujuan utama KKN Tematik Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin, yakni menghadirkan edukasi, pendampingan, dan transfer teknologi berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Batulappa dapat menerapkan pengendalian nyamuk secara alami dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman. (*)