Jakarta, Edarinfo.com – Penunjukan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dinilai menjadi momentum baru untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Tokoh muda nasional asal Sulawesi Selatan, M. Arief Rosyid Hasan, menyebut penunjukan Awal Chairuddin membawa harapan baru bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Selain merupakan putra daerah kelahiran Makassar, Awal dinilai memiliki pengalaman panjang di kepolisian, baik dalam penugasan kewilayahan maupun di tingkat pusat.
“Penunjukan Pak Awal Chairuddin adalah angin segar bagi Sulawesi Selatan. Kita berharap pengalaman dan rekam jejak beliau dapat menerjemahkan visi Kapolri tentang Polisi Bersama Masyarakat menjadi praktik nyata di lapangan,” ujar Arief.
Menurut Arief, momentum tersebut semakin menarik karena berlangsung pada awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto yang membawa visi “Polisi Bersama Masyarakat”.
Ia berharap visi tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pola pelayanan dan pendekatan kepolisian yang semakin dekat dengan warga.
“Polisi hadir bukan hanya ketika ada masalah, tetapi tumbuh sebagai mitra dan bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Awal Chairuddin merupakan alumni Akademi Kepolisian 1994. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan kewilayahan, di antaranya Wakapolrestabes Bandung, Kapolres Subang, Kapolres Metro Bekasi, dan Kapolres Metro Jakarta Utara.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Wakapolri serta menjadi ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Bagi Arief, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin Polda Sulsel. Terlebih, Sulawesi Selatan memiliki karakter masyarakat yang kuat, terbuka dan kritis, dengan tradisi sosial serta kekeluargaan yang masih hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, menurut dia, pendekatan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan institusional. Kepolisian juga perlu membangun komunikasi, dialog dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Sulawesi Selatan memiliki modal sosial yang sangat besar. Ada tokoh agama, tokoh adat, kampus, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga jejaring masyarakat di desa dan kelurahan,” ucapnya.
“Kalau seluruh kekuatan ini menjadi mitra kepolisian, gagasan Polisi Bersama Masyarakat dapat menemukan laboratorium yang sangat baik di Sulawesi Selatan,” lanjut Arief.
Ia menilai pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap kepolisian tidak hanya dibangun melalui keberhasilan dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui pengalaman masyarakat saat berinteraksi dengan aparat kepolisian.
“Ukuran keberhasilan polisi hari ini semakin luas. Masyarakat tentu menginginkan keamanan dan ketegasan terhadap kejahatan, tetapi pada saat yang sama mereka ingin mendapatkan pelayanan yang cepat, adil, manusiawi, dan mudah diakses,” ujarnya.
“Karena itu, kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan bagian penting dari transformasi kepolisian,” tambah mantan Ketua Umum PB HMI tersebut.
Polda Sulsel Diharapkan Jadi Rumah Bersama
Arief juga menilai latar belakang Awal Chairuddin sebagai putra Makassar dapat menjadi modal dalam memahami karakter sosial dan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
Namun, kedekatan kultural tersebut, kata dia, juga membawa harapan yang lebih besar agar kepemimpinan Awal mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat secara terbuka dan setara.
“Kita ingin melihat Polda Sulsel menjadi rumah bersama. Polisi dekat dengan ulama dan tokoh agama, dekat dengan mahasiswa dan anak muda, dekat dengan kampus, dekat dengan masyarakat kecil,” katanya.
Di sisi lain, Arief menegaskan kedekatan dengan masyarakat tidak boleh mengurangi ketegasan kepolisian dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan.
“Sekaligus tegas terhadap kriminalitas, narkoba, korupsi dan berbagai bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Arief, kepemimpinan baru Polda Sulsel dapat menjadi momentum untuk memperkuat model kepolisian yang partisipatif dan berbasis kepercayaan publik.
Dengan pendekatan tersebut, keamanan dan ketertiban tidak semata-mata menjadi pekerjaan kepolisian, tetapi menjadi hasil kolaborasi antara aparat negara dan masyarakat.
“Selamat bertugas kepada Irjen Pol. Awal Chairuddin. Sebagai sesama putra Sulawesi Selatan, kita tentu berharap beliau berhasil,” ujar Arief.
Ia berharap Sulawesi Selatan dapat menjadi salah satu daerah yang mampu menunjukkan implementasi nyata visi Polisi Bersama Masyarakat.
“Polisi yang hadir, mendengar, melayani, melindungi, dan bekerja bersama rakyat,” pungkasnya. (*)