Sidrap, Edarinfo.com – Ada pesan yang menarik perhatian saat Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menghadiri panen padi di Dusun Padaelo, Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Sabtu (3/10/2026).
Bukan hanya soal hasil panen yang mencapai 6,4 ton gabah per hektare, tetapi juga yang bikin salfok (salah fokus) baju yang dikenakan Syaharuddin bertuliskan “Dari Sawah Sidrap untuk Indonesia.”
Ya. tulisan tersebut seolah menjadi simbol semangat yang ingin ditegaskan Pemerintah Kabupaten Sidrap dibawah kepemimpinan Syaharuddin bahwa aktivitas pertanian di tingkat sawah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal, tetapi menjadi bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan Indonesia.
Semangat itu disampaikan di tengah panen sawah milik H. Muiz yang sebelumnya merupakan lahan tadah hujan. Lahan tersebut kini mendapat dukungan sumber air melalui sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.
Ketersediaan air membuat lahan yang sebelumnya bergantung pada curah hujan dapat dikelola lebih optimal. Hasilnya, produktivitas mencapai 6,4 ton gabah per hektare.
Syaharuddin mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan petani melalui penyediaan berbagai sarana pendukung pertanian.
“Ini sebagai bentuk kerja kita. Kita sudah siapkan dan berikan bantuan, mulai dari listrik masuk sawah, bor, dan lain sebagainya,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya berbentuk bantuan, tetapi diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar produksi dapat terpenuhi. Salah satunya adalah ketersediaan air.

“Kalau air tersedia, petani bisa lebih yakin untuk menanam. Kita ingin lahan yang selama ini bergantung pada hujan bisa tetap produktif dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.
Semangat “Dari Sawah Sidrap untuk Indonesia” yang tertulis pada baju yang dikenakan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif pun menjadi relevan dengan upaya tersebut. Pemerintah ingin memastikan lahan pertanian tetap produktif sehingga produksi pangan dapat terus terjaga.
Bagi Syaharuddin Alrif, keberhasilan panen 6,4 ton per hektare menunjukkan bahwa intervensi terhadap persoalan dasar pertanian dapat memberikan hasil ketika didukung kerja petani di lapangan.
“Panen 6,4 ton per hektare ini membuktikan bahwa ketika pemerintah hadir, fasilitas tersedia, dan petani bekerja dengan baik, hasilnya bisa kita lihat bersama,” tuturnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya, khususnya di Kecamatan Panca Lautang, untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian.
“Ini bukan hanya soal panen hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan pertanian terus berjalan, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, serta Camat Panca Lautang.
Dari hamparan sawah di Panca Lautang, tulisan Dari Sawah Sidrap Untuk Indonesia terasa menjadi sebuah semangat bahwa produksi pangan yang dimulai dari sawah Sidrap diharapkan terus mengalir menjadi bagian dari kebutuhan akan ketahanan pangan Indonesia. (*)