Sidrap, Edarinfo.com – Di balik keberhasilan petani La Bandung memanen 166 karung gabah dari lahan seluas tiga hektare di tengah musim kemarau, ada perjuangan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan air untuk persawahan.

Hal itu terungkap saat La Bandung menyerahkan dua karung gabah hasil panennya kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026).

Penyerahan tersebut disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Bagi La Bandung, dua karung gabah itu merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin atas perhatian pemerintah terhadap petani selama menghadapi musim kemarau.

Dari lahan seluas tiga hektare, La Bandung berhasil memanen 166 karung gabah. Dengan harga Rp7.600 per kilogram, hasil panennya ditaksir mencapai sekitar Rp164 juta.

Keberhasilan tersebut menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Sebab, di tengah musim kemarau, persoalan ketersediaan air menjadi ancaman bagi keberlangsungan tanaman padi.

La Bandung mengatakan, bantuan air melalui PSDA menjadi salah satu faktor penting yang membuat sawahnya dan petani lainnya tetap dapat bertahan hingga masa panen.

“Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung.

Menurutnya, ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan tanaman padi, terutama ketika curah hujan tidak mencukupi.

Bagi Syaharuddin Alrif, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan menjaga sawah petani dari ancaman kekeringan tidak sia-sia.

Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin.

Bahkan, kata dia, upaya memastikan ketersediaan air dilakukan secara intensif. Koordinasi dan pencarian solusi dilakukan dari pagi hingga malam agar lahan pertanian tidak mengalami kekeringan.

“Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya.

Bagi La Bandung, panen yang menghasilkan 166 karung gabah tersebut bukan hanya tentang hasil produksi. Panen itu juga menjadi gambaran bagaimana dukungan pemerintah dan kerja petani berjalan beriringan menghadapi tekanan musim kemarau.

Dua karung gabah yang diberikan kepada Bupati pun menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus bentuk apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air bagi persawahan.

Di tengah ancaman kekeringan, keberhasilan La Bandung memanen lahannya menjadi salah satu gambaran bahwa menjaga air untuk sawah menjadi bagian penting dalam mempertahankan produksi pertanian di Sidrap. (*)