Sidrap, Edarinfo.com – Di tengah kunjungan untuk mengecek kondisi warga dan data desil di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Anggota DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Tenri Sangka, menemukan sebuah kisah yang menyentuh.
Ia menyambangi sebuah rumah sederhana yang dalam data tercatat berada pada desil 6–10. Namun, kondisi riil keluarga tersebut dinilai belum mencerminkan tingkat kesejahteraan sebagaimana yang tergambar dalam klasifikasi data tersebut.
Di balik kesederhanaan itu, Andi Tenri Sangka justru menemukan kekayaan lain yang menurutnya jauh lebih berharga.
Dua anak dalam keluarga tersebut diketahui memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Heril telah menghafal 30 juz, sementara saudaranya, Padil, telah menghafal 28 juz.
“Orang mungkin melihat angka desil yang tinggi, rumah yang sederhana, penghasilan yang pas-pasan. Tapi saya melihat sesuatu yang jauh lebih berharga: keluarga yang miskin harta, namun kaya iman,” ungkap Andi Tenri Sangka, Sabtu (03/10/26).
Menurutnya, pencapaian Heril dan Padil menjadi gambaran bagaimana sebuah keluarga dengan keterbatasan ekonomi mampu memberikan pendidikan agama yang kuat kepada anak-anaknya.
Menariknya, semangat menjadi penghafal Al-Qur’an ternyata juga tumbuh pada adik perempuan Heril dan Padil yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Andi Tenri Sangka mengaku sempat membujuk sang adik untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Namun, ajakan tersebut ditolak dengan alasan yang justru membuatnya tersentuh.
“Saya bujuk masuk Sekolah Rakyat, tapi dia tidak mau. Alasannya, dia mau seperti kakaknya, menjadi penghafal Al-Qur’an di pesantren,” kata Andi Tenri Sangka.
Jawaban polos tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh kedua kakaknya dalam membentuk cita-cita sang adik. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, menjadi penghafal Al-Qur’an justru menjadi impian yang ingin ia ikuti.
Bagi Andi Tenri Sangka, kemampuan menghafal Al-Qur’an hingga puluhan juz bukan sekadar prestasi personal, tetapi juga menjadi cerminan nilai dan pendidikan yang ditanamkan dalam keluarga.
“Yang berhasil mengantarkan Heril dan Padil menjadi penjaga firman Allah. Inilah kekayaan yang tidak terukur dengan angka manapun,” katanya.
Andi Tenri Sangka juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan agar kondisi keluarga tersebut dapat tercermin secara lebih tepat dalam pendataan kesejahteraan masyarakat.
Ia akan berupaya agar data keluarga tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya sehingga mereka mendapatkan klasifikasi desil yang sesuai dan berkesempatan memperoleh perhatian maupun program yang memang menjadi hak mereka.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar data keluarga ini disesuaikan, masuk desil yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka layak diperhatikan, keluarga mulia yang mendidik anak di jalan yang lurus,” ujarnya.
Bagi Andi Tenri Sangka, kunjungan tersebut bukan hanya tentang mengecek data, tetapi juga menjadi pengingat bahwa angka dalam sebuah sistem pendataan tidak selalu mampu menggambarkan seluruh realitas kehidupan masyarakat.
Di balik angka desil, ada keluarga, perjuangan, pendidikan, dan nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu bisa diukur secara statistik.
Ia pun mendoakan agar Heril dan Padil terus istiqamah menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjadi kebanggaan bagi keluarga mereka.
“Semoga Allah melindungi Heril dan Padil, memberkati keluarga mereka, dan menjadikan setiap huruf yang dihafal cahaya bagi mereka dan orang tuanya,” tuturnya.
Bagi Andi Tenri Sangka, amanah sebagai wakil rakyat bukan sekadar menjalankan fungsi politik, tetapi memastikan suara dan kondisi masyarakat benar-benar diperhatikan.
“Setiap suara adalah amanah. Setiap amanah adalah pengabdian,” pungkasnya. (*)