Makassar, Edarinfo.com – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Kota Makassar (PERMAHI DPC Makassar) sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Universitas Handayani Makassar, Sabtu (18/4/2026).

Forum tertinggi di tingkat cabang ini menghadirkan dua agenda utama, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta pemilihan Ketua Umum untuk periode selanjutnya.

Pada agenda pertama, laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Ketua Umum sebelumnya, Ridwan, diterima secara bulat oleh seluruh peserta. Penerimaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja kepengurusan yang dinilai berjalan optimal dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi.

Selanjutnya, Konfercab berlanjut pada agenda pemilihan Ketua Umum PERMAHI DPC Makassar. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan, mencerminkan kedewasaan berorganisasi di kalangan mahasiswa hukum.

Hasilnya, forum menetapkan Muhammad Refri Bintang Pamungkas sebagai Formatur Ketua Umum PERMAHI DPC Makassar periode 2026.

Pamungkas yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Di bawah kepemimpinannya, PERMAHI DPC Makassar diharapkan mampu memperkuat proses kaderisasi serta mendorong pendalaman nilai-nilai keprofesian hukum di kalangan anggota.

Tak hanya itu, perhatian terhadap isu-isu hukum strategis juga menjadi salah satu fokus utama ke depan. Hal ini dinilai penting agar organisasi tetap relevan dan responsif terhadap dinamika hukum yang terus berkembang di tengah masyarakat.

“Kami akan menguatkan nilai intelektual hukum bagi anggota PERMAHI Makassar. Selain itu, pengawalan terhadap isu-isu hukum harus menjadi perhatian serius ke depan,” ujar Muhammad Refri Bintang Pamungkas.

Dengan kepemimpinan baru ini, PERMAHI DPC Makassar diharapkan mampu menghadirkan arah gerakan yang lebih progresif, kritis, dan berkontribusi nyata dalam pengembangan wacana hukum, baik di tingkat lokal maupun nasional. (*)