Makassar, Edarinfo.com – Perjalanan karier AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, S.T. menuju kursi Kapolsek Mamajang terbilang tidak lazim. Sebelum mengabdi di institusi kepolisian, ia lebih dulu menapaki dunia teknologi hingga industri hiburan.
Lahir di Jakarta pada 6 Maret 1991, Tri mengawali kariernya sebagai bagian dari tim pengembangan portal berita olahraga. Platform yang ia tangani bahkan sempat menembus lima besar trafik nasional pada masanya.
Kariernya kemudian berbelok ke industri musik. Ia bergabung dalam manajemen musisi dan dipercaya sebagai road manager, bertanggung jawab mengatur jadwal tur, logistik, hingga kebutuhan teknis di berbagai kota. Ritme kerja yang cepat dan penuh tekanan menjadi bagian dari kesehariannya saat itu.
Namun, pada 2016, ia mengambil langkah besar dengan meninggalkan dunia swasta dan bergabung dengan Polri melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
Di institusi kepolisian, latar belakangnya di bidang teknologi langsung dimanfaatkan. Ia ditempatkan di Divisi Teknologi Informasi Polri dan terlibat dalam pengembangan layanan publik, termasuk Call Center 110. Selain itu, ia juga pernah bertugas di Satgas Saber Pungli dengan fokus pada pengelolaan data dan informasi.
Perjalanan kariernya kembali mengalami perubahan pada 2020. Ia lolos seleksi program penerbang Polri dan menjalani pendidikan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Setelah mengantongi lisensi, ia bertugas sebagai penerbang helikopter di Kepolisian Udara hingga 2024.

Pengalaman yang melintasi berbagai bidang, mulai dari teknologi, lapangan, hingga udara membentuk karakter kepemimpinannya yang adaptif.
Memasuki 2025, Tri mengikuti pendidikan Sespimma Polri. Tak lama berselang, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Mamajang.
Di posisi barunya, ia menekankan pentingnya pelayanan yang cepat dan responsif dengan memanfaatkan teknologi.
“Pelayanan harus adaptif. Teknologi akan kami gunakan untuk mempercepat respons dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4).
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran polisi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Polisi tidak boleh jauh dari masyarakat. Kami harus cepat, hadir, dan memberi solusi,” tegasnya. (*)