Sidrap, Edarinfo.com – Anggota DPRD Sidrap Fraksi Partai NasDem, Andi Tenri Sangka, turut menyoroti keras pemberitaan media yang dinilai tendensius dan manipulatif terhadap partai politik. Sikap tersebut dismpaikan melalui awak media kami pada Rabu (15/4/2026).
Sebagai legislator yang dikenal aktif mengawal isu public, mulai dari pengawasan lingkungan hingga pelayanan public, Andi Tenri Sangka menilai bahwa framing media yang tidak berimbang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi.
Menurutnya, kritik terhadap partai politik merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara proporsional dan berbasis fakta.
“Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi bukan manipulasi. Ketika informasi disajikan secara sepihak, maka yang terjadi bukan edukasi publik, melainkan pembentukan persepsi yang menyesatkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian pemberitaan yang menyederhanakan politik sebagai sekadar transaksi kekuasaan. Narasi seperti itu, kata dia, tidak hanya merugikan partai politik, tetapi juga mengerdilkan makna demokrasi itu sendiri.
Andi Tenri Sangka menambahkan, pers memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga kualitas informasi publik. Ia menekankan pentingnya prinsip cover both sides dan akurasi dalam setiap produk jurnalistik.
“Pers adalah pilar demokrasi. Tapi pilar itu harus berdiri di atas fakta, bukan opini yang dibangun untuk menggiring arah tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, NasDem mendorong media yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi terbuka serta melakukan evaluasi terhadap pemberitaan yang dinilai melampaui batas etika jurnalistik.
Sebagai langkah lanjutan, DPD NasDem se-Sulawesi Selatan bersama seluruh struktur partai di daerah akan melakukan konsolidasi gerakan politik dan moral. Upaya ini disebut sebagai bentuk perlawanan terhadap pembentukan opini publik yang tidak sehat.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi. Publik diminta tidak mudah terpengaruh oleh framing sensasional dan tetap rasional dalam melihat dinamika politik.
Menutup pernyataannya, Andi Tenri Sangka yang juga dikenal dengan julukan Koboy dari Timur menegaskan bahwa NasDem tidak anti terhadap kritik, namun menolak keras segala bentuk manipulasi persepsi.
“Kalau demokrasi terus diseret oleh narasi yang tidak bertanggung jawab, maka yang runtuh bukan hanya citra partai, tetapi kepercayaan publik terhadap sistem itu sendiri,” pungkasnya. (*)