Seram Bagian Barat Maluku,Edarinfo.com – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,9 mengguncang Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Jumat (4/7/2025) pukul 20.59.31 WIB. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat gempa berada di koordinat 3,40 LS dan 128,64 BT, sekitar 5 km barat laut Amalatu, dengan kedalaman 10 km. Pusat gempa juga tercatat oleh GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman di koordinat 3,51 LS dan 128,82 BT, dengan magnitudo dan kedalaman yang sama.

Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa:

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa dangkal ini terjadi di wilayah yang didominasi dataran pantai, dataran bergelombang, dan perbukitan. Litologi wilayah terdiri dari batuan Pra Tersier, Tersier, dan endapan Kuarter (endapan pantai dan sungai). Endapan Kuarter yang lunak dan belum kompak memperkuat guncangan. Klasifikasi tanah di wilayah tersebut adalah lunak (Kelas E) dan sedang (Kelas D) di dataran rendah, serta keras (Kelas C) di perbukitan. Lokasi dan kedalaman gempa menunjukkan kemungkinan aktivitas sesar aktif, diperkuat oleh kelurusan barat-timur di sekitar pusat gempa menurut peta sesimotektonik PVMBG.

Dampak Gempa:
Gempa mengakibatkan kerusakan rumah penduduk di Amalatu. Guncangan dirasakan di Amalatu, Kairatu, dan Masohi dengan intensitas III-IV MMI. Wilayah terdampak berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi hingga menengah. Perlu diingat, gempa serupa (M 4,9) terjadi pada 22 Juni 2025 di selat antara Pulau Seram dan Haruku, juga menyebabkan kerusakan di Amalatu. Gempa kali ini tidak menimbulkan tsunami karena episenternya di darat, meskipun pantai selatan Seram Bagian Barat berpotensi tsunami dengan ketinggian gelombang lebih dari 3 meter.

Rekomendasi:
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan BPBD setempat, waspada terhadap gempa susulan, dan menghindari informasi yang tidak bertanggung jawab. Pemeriksaan mandiri kondisi bangunan sangat penting. Rumah yang rusak harus dikosongkan dan penghuninya mengungsi ke tempat aman. Patuhi rambu evakuasi dan jauhi tebing yang berpotensi longsor. Meskipun diperkirakan tidak ada sesar permukaan atau bahaya ikutan lainnya, pembangunan di Amalatu harus mengikuti kaidah bangunan tahan gempa dan dilengkapi jalur evakuasi. PVMBG akan mengirimkan tim tanggap darurat untuk sosialisasi dan pengumpulan data. (*)