Malang, Edarinfo.com – Maraknya praktik judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol) yang semakin menjerat generasi muda memicu langkah konkret dari Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (BAKORNAS LEMI PB HMI).

Dalam audiensi resmi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Selasa (15/7/2025), kedua pihak berkomitmen memperkuat sinergi menghadirkan program literasi ekonomi yang lebih konkret, aplikatif, dan berdampak bagi pemuda, khususnya di daerah.

Audiensi ini merupakan bagian dari gerakan nasional literasi ekonomi pemuda yang diinisiasi BAKORNAS LEMI PB HMI. Tidak hanya membahas soal pentingnya pemahaman finansial, forum ini juga menyoroti berbagai problem sosial-ekonomi yang kian membelit anak muda, mulai dari ketergantungan game online, gaya hidup konsumtif digital, hingga ledakan kasus judol dan pinjol ilegal.

“Judol dan pinjol ilegal bukan sekadar masalah moral atau ekonomi, tapi krisis struktural yang menggerogoti daya tahan generasi muda. Program literasi ekonomi harus menyentuh akar persoalan, dan kita mulai dari Malang,” tegas Haziz Hidayat, Direktur Hubungan Antar Lembaga BAKORNAS LEMI PB HMI.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyambut baik inisiatif BAKORNAS LEMI. Ia menekankan pentingnya edukasi interaktif agar generasi muda dapat memahami dinamika ekonomi digital dan risiko yang menyertainya.

“Kegiatan ini nanti akan menarik, edukatif, dan aplikatif. Kami akan menyampaikan langkah-langkah konkret dalam menghadapi masalah judol, pinjol ilegal, dan tantangan ekonomi lainnya,” ujar Farid.

BAKORNAS LEMI PB HMI menegaskan akan menindaklanjuti hasil audiensi ini melalui serangkaian aksi nyata di daerah. Di antaranya pelatihan literasi keuangan berbasis komunitas, kampanye sadar risiko ekonomi digital, serta kolaborasi multipihak untuk membangun kesadaran kolektif melawan praktik keuangan ilegal yang menyasar anak muda.(*)