Piru, Maluku,Edarinfo.com – Penyerahan 16 ekor hewan Qurban, 15 dari Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan 1 ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, oleh Bupati SBB Ir. Asri Arman, M.T., bukan sekadar ritual tahunan semata. Di baliknya tersirat makna yang jauh lebih dalam dan multi-faceted, melampaui aspek ritual keagamaan.
Penyerahan hewan Qurban Hari Raya Idul Adha 1446.H oleh Bupati Asri Arman itu Berlangsung di Halaman Mesjid Al-Muhajirn Piru.kamis 5 Juni 2025.
Tindakan ini, pertama-tama, merupakan manifestasi nyata dari ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS, Qurban menjadi simbol pengorbanan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah-Nya. Lebih dari itu, penyerahan hewan Qurban ini juga merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan berbagi kepada masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Pembagian daging qurban diharapkan dapat meringankan beban ekonomi dan memenuhi kebutuhan protein hewani, menciptakan rasa keadilan dan kesejahteraan.
Proses penyembelihan dan pembagian daging kurban juga berperan penting dalam mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Kegiatan ini menjadi momen untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan kebersamaan, menciptakan suasana harmonis dan saling membantu di tengah masyarakat.
Lebih jauh lagi, penyerahan hewan kurban dari pemerintah daerah dan presiden merupakan simbol komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan turut serta dalam perayaan Idul Adha. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakatnya.
Meskipun keterbatasan anggaran menyebabkan tidak semua desa Muslim di SBB dapat menerima bantuan hewan kurban tahun ini, sistem bergilir yang dijanjikan Bupati Asri Arman menunjukkan komitmen jangka panjang untuk memastikan pemerataan akses terhadap manfaat kurban. Hal ini menandakan bahwa pemerataan kesejahteraan dan keadilan menjadi prioritas utama.
Dengan demikian, penyerahan hewan kurban di SBB bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial, komitmen pemerintah, dan upaya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat. Semoga semangat berbagi dan kebersamaan ini terus terjaga dan berkembang di Kabupaten Seram Bagian Barat.(*)