Bone, Edarinfo.com – Layanan catheterization laboratory (cath lab) jantung di RSUD Tenriawaru menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Bone. Fasilitas yang seharusnya menjadi penunjang utama penanganan penyakit jantung itu belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat belum adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Isu tersebut mencuat dalam pembahasan aspirasi masyarakat terkait indikasi permasalahan pengelolaan keuangan di Dinas Pendidikan dan RSUD Tenriawaru.
Anggota DPRD Bone dari Fraksi Partai Gerindra, Sulfiana, secara tegas mempertanyakan lambannya realisasi kerja sama tersebut.
“Pertanyaannya, ada apa sehingga sampai hari ini BPJS belum bersedia bekerja sama dalam pemanfaatan cath lab jantung di RSUD Tenriawaru?” ujarnya dalam forum RDPU.
Berdasarkan informasi yang terungkap dalam forum, kendala ini diduga berkaitan dengan belum terpenuhinya standar tenaga medis yang dipersyaratkan.
Saat ini, tenaga dokter yang tersedia di RSUD Tenriawaru merupakan dokter dengan spesialisasi neurologi intervensi. Subspesialis ini berfokus pada penanganan gangguan pada otak, leher, serta sistem saraf tulang belakang melalui prosedur minimal invasif berbasis teknologi radiologi.
Dokter neurologi intervensi umumnya menangani kasus seperti stroke akut, aneurisma, malformasi pembuluh darah, hingga tumor tanpa melalui operasi terbuka.
Sementara itu, BPJS Kesehatan mensyaratkan layanan cath lab jantung harus didukung oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiolog/Sp.JP). Spesialis ini memiliki kompetensi dalam diagnosis, perawatan, serta tindakan intervensi penyakit kardiovaskular seperti angiogram, angioplasti (pemasangan ring), hingga ablasi.
Perbedaan spesialisasi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menghambat terjalinnya kerja sama. Akibatnya, fasilitas cath lab jantung yang telah tersedia belum dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya peserta BPJS di Kabupaten Bone.
Melalui forum RDPU, DPRD mendorong pihak RSUD Tenriawaru untuk segera memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan, terutama terkait penyediaan dokter spesialis jantung.
“Ini penting agar fasilitas yang sudah ada tidak menjadi mubazir, dan masyarakat Bone bisa mendapatkan layanan kesehatan jantung yang maksimal,” tegas Sulfiana.
DPRD berharap percepatan pemenuhan syarat tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga layanan cath lab dapat beroperasi optimal dan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung. (*)