Sidrap, Edarinfo.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Dua Pitue, Selasa, (08/09/26) menjadi momentum bagi Anggota DPRD Sidrap Fraksi Golkar, H. Ismail Aksa (IAS), untuk mengingatkan para siswa tentang pentingnya menghormati guru.
Menurut Ismail Aksa, keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap dan akhlak dalam menuntut ilmu. Salah satu bentuk akhlak tersebut adalah menghormati guru yang telah membimbing dan mendidik mereka.
“Kalau kita ingin ilmu yang kita dapat menjadi ilmu yang bermanfaat, maka salah satu hal yang harus dijaga adalah bagaimana kita menghormati guru. Guru bukan hanya orang yang mengajarkan pelajaran, tetapi juga membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik,” ujar Ismail Aksa.
Ia mengajak para siswa untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan, termasuk dalam hal menghargai orang lain, bersikap santun, dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Ismail Aksa, pendidikan karakter tidak kalah penting dibandingkan pendidikan akademik. Sebab, kecerdasan tanpa dibarengi akhlak dapat kehilangan arah.

“Jangan hanya mengejar nilai yang bagus di sekolah. Jadilah anak yang punya adab, menghormati guru, menyayangi orang tua, dan menghargai sesama. Karena kecerdasan akan menjadi lebih berarti ketika dibarengi dengan akhlak,” pesannya.
Ia berharap momentum Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi seluruh siswa untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan mereka.
Terlebih, masa sekolah merupakan fase penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Kebiasaan menghormati guru, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Dua Pitue tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sidrap Fraksi NasDem, Hj. Kartini Bekka, Lurah Dua Pitue, Kasi PAIS Kantor Kementerian Agama Sidrap, H. Muslimin Muktar, serta Kepala SMP Negeri 1 Dua Pitue, H. Arsan, Ketua Komite SMP Negeri 1 Dua Pitue, H. As’ad Mangile.
Kehadiran berbagai unsur tersebut turut memperkuat pesan bahwa pendidikan generasi muda membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
Bagi para siswa, pesan Ismail Aksa menjadi pengingat sederhana bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga adab kepada orang-orang yang mengajarkan ilmu. (*)