Sidrap, Edarinfo.com – Tidak semua pemimpin organisasi dikenal karena pidato besar atau manuver politik yang ramai dibicarakan. Sebagian justru meninggalkan pengaruh lewat kerja-kerja yang berjalan diam-diam, tetapi terasa dampaknya dalam jangka panjang.
Gambaran itu tampaknya melekat pada Andi Muhammad Yusuf Ruby selama memimpin Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Sidenreng Rappang.
Lebih dari satu dekade berada di pucuk kepemimpinan KADIN Sidrap, Yusuf Ruby hadir bukan sebagai figur yang gemar membangun popularitas. Ia justru dikenal lewat pendekatan yang sederhana: menjaga organisasi tetap hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat ekonomi lokal.
“Organisasi tidak boleh hanya hidup di ruang rapat. KADIN harus hadir di tengah pelaku usaha kecil, mendengar mereka, dan membantu mereka bertumbuh,” ujar Yusuf Ruby.
Di banyak daerah, organisasi pengusaha sering dipandang eksklusif dan hanya dekat dengan pemilik modal besar. Namun di era Yusuf Ruby, wajah KADIN Sidrap perlahan berubah. Organisasi itu mulai terlihat lebih dekat dengan pelaku UMKM, komunitas usaha kecil, hingga anak muda yang baru belajar membangun bisnis.
Perubahan itu tampak dari cara KADIN menghadirkan ruang bagi produk lokal untuk tumbuh. Salah satunya melalui Kadin Expo yang kemudian menjadi agenda penting di Sidrap.
Bagi sebagian orang, expo hanyalah kegiatan pameran biasa. Namun di tangan Yusuf Ruby, kegiatan itu berubah menjadi ruang pertemuan antara usaha kecil, masyarakat, dan pasar. Produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di lingkup terbatas mulai mendapat kesempatan tampil lebih luas.
“Kita ingin masyarakat percaya bahwa produk lokal juga punya kualitas dan mampu bersaing. Kalau bukan kita yang membuka ruang untuk mereka, siapa lagi,” katanya.
Tidak berhenti di sektor usaha, Yusuf Ruby juga membawa KADIN menyentuh dunia pendidikan dan generasi muda. Ia tampaknya memahami bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak cukup dijawab dengan pengalaman generasi lama semata.
Karena itu, mahasiswa dan pelajar mulai dilibatkan dalam berbagai ruang diskusi kewirausahaan. Anak muda diajak melihat bisnis bukan hanya sebagai aktivitas mencari keuntungan, tetapi juga sebagai cara membangun daerah.
“Anak muda harus mulai berani masuk ke dunia usaha. Masa depan ekonomi daerah ada di tangan generasi yang mau belajar dan mau mencoba,” tutur Yusuf Ruby.
Pendekatan seperti itu membuat KADIN Sidrap perlahan memiliki wajah yang berbeda. Tidak hanya hadir sebagai organisasi formal pengusaha, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi ekosistem ekonomi lokal.
Di tengah dinamika organisasi yang sering berubah cepat, keberadaan Yusuf Ruby selama bertahun-tahun menunjukkan satu hal: kepemimpinan tidak selalu harus keras terdengar untuk bisa meninggalkan pengaruh yang panjang. (*)