Sidrap, Edarinfo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Melalui program kerja individu, mereka mengembangkan lilin aromaterapi berbahan alami sebagai alternatif pengendalian nyamuk di lingkungan rumah tangga.

Program ini dilaksanakan oleh Nurul Hijeria Harjum, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Proteksi Tanaman, di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Senin (02/02).

Kegiatan tersebut turut dihadiri aparat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi berbasis potensi lokal.

Inisiatif ini dilatarbelakangi masih tingginya risiko penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dan malaria. Selama ini, masyarakat umumnya mengandalkan produk pengusir nyamuk berbahan kimia. Padahal, penggunaan jangka panjang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, sekaligus mencemari lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Nurul menawarkan solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan melalui lilin aromaterapi berbahan alami. Lilin ini memanfaatkan serai wangi sebagai bahan utama.

Tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa sitronelal dan geraniol yang berfungsi sebagai penolak nyamuk alami.

“Ketika lilin dinyalakan, aroma dari serai wangi akan menyebar ke udara dan membantu mengurangi keberadaan nyamuk di dalam ruangan,” jelas Nurul.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas dalam bentuk sosialisasi dan diskusi interaktif. Warga diberikan pemahaman mengenai manfaat lilin aromaterapi, kandungan bahan alami yang digunakan, cara kerja, hingga tahapan pembuatannya.

Tujuannya agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga mampu memproduksi lilin secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di sekitar mereka.

Respons masyarakat pun terbilang positif. Selain dinilai praktis dan ekonomis, lilin aromaterapi juga memberikan efek relaksasi melalui aroma yang menenangkan. Dengan begitu, fungsinya tidak hanya sebagai pengusir nyamuk, tetapi juga menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman.

“Inovasi lilin aromaterapi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk pengendali nyamuk berbahan kimia serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan bahan alami,” ujar Nurul.

Program ini sejalan dengan tujuan KKN-T Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin yang menekankan edukasi, pendampingan, dan penerapan inovasi berbasis potensi lokal. Melalui langkah sederhana ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Lautang Benteng dapat menerapkan pengendalian nyamuk secara alami dan berkelanjutan demi kesehatan keluarga serta kelestarian lingkungan.(*)