Sidrap, Edarinfo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin melaksanakan program digitalisasi pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pemetaan lokasi usaha di Google Maps pada Senin (02/02/26). Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae ini menjadi upaya nyata mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Program ini digagas oleh Chelsea Olivia P, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi.
Latar belakang program ini berangkat dari masih rendahnya pemanfaatan teknologi dalam strategi pemasaran UMKM. Sebagian besar pelaku usaha setempat masih mengandalkan metode konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut atau penjualan langsung di lokasi. Pola ini dinilai membatasi jangkauan pasar dan membuat usaha sulit dikenal masyarakat luas.
Padahal, perkembangan teknologi informasi menawarkan banyak peluang baru. Salah satunya melalui Google Maps yang tak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi bisnis yang efektif, efisien, dan mudah diakses oleh calon konsumen.
Menjawab tantangan tersebut, Chelsea menginisiasi program pendataan dan pemetaan UMKM ke dalam platform digital. Kegiatan ini mencakup pendataan pelaku usaha, pembuatan profil bisnis, penandaan titik lokasi secara akurat, hingga pendampingan pengelolaan akun usaha di Google Maps.
Melalui langkah tersebut, setiap UMKM kini dapat menampilkan informasi penting seperti alamat, jam operasional, foto produk, hingga kontak usaha. Dengan begitu, konsumen dapat lebih mudah menemukan lokasi dan mengenali produk atau layanan yang ditawarkan.
Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif dengan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Mahasiswa memberikan pelatihan praktis mengenai cara membuat dan mengelola profil usaha, memperbarui informasi, serta memaksimalkan fitur-fitur digital untuk mendukung pemasaran.
Selain aspek teknis, pelaku UMKM juga diedukasi tentang pentingnya transformasi digital dalam menghadapi persaingan di era ekonomi modern. Pemahaman ini dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mengelola promosi secara mandiri dan berkelanjutan.
Chelsea juga menilai digitalisasi pemasaran menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar UMKM.
“Digitalisasi pemasaran melalui Google Maps merupakan langkah strategis untuk membantu UMKM meningkatkan visibilitas usaha. Melalui pemetaan lokasi, pelaku UMKM dapat lebih mudah dikenal dan diakses oleh konsumen, baik dari dalam maupun luar wilayah,” ujarnya.
Respons positif pun datang dari para pelaku UMKM. Mereka merasakan manfaat nyata setelah usaha mereka terdaftar secara digital. Informasi yang lebih jelas dan mudah diakses dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mempermudah proses promosi.
Beberapa pelaku usaha bahkan mengaku mulai menerima pelanggan baru yang menemukan lokasi mereka melalui pencarian di Google Maps. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran digital dapat membuka peluang pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.
Melalui program ini, Chelsea berharap UMKM di Kelurahan Lautang Benteng semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu meningkatkan keberlanjutan usaha secara mandiri. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan semangat KKN-T Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal. (*)