Sidrap, Edarinfo.com – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan capaian positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, Pemerintah Kabupaten Sidrap dinilai berhasil menunjukkan kinerja nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Sidrap pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,91 persen, terendah di antara 21 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Secara kuantitatif, angka tersebut menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir. Saat ini, jumlah penduduk Sidrap yang masih berada dalam kategori miskin tercatat sekitar 15.200 jiwa, yakni masyarakat dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan sebesar Rp472.303.
Tren penurunan kemiskinan di Sidrap juga menunjukkan konsistensi dari tahun ke tahun. Pada 2023, persentase penduduk miskin berada di angka 5,14 persen, turun menjadi 5,02 persen pada 2024, dan kembali menurun pada 2025 hingga mencapai 4,91 persen. Capaian ini dinilai bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari kebijakan pembangunan yang menyentuh langsung akar persoalan masyarakat.
Selain penurunan persentase kemiskinan, Sidrap juga mencatat perbaikan pada Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan di antara penduduk miskin semakin menyempit, sekaligus menandakan intervensi pemerintah daerah kian tepat sasaran melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan layanan dasar.
Atas capaian tersebut, Karang Taruna Kabupaten Sidrap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap. Ketua Karang Taruna Sidrap, Abdul Jabbar, menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja nyata pemerintah daerah yang dijalankan secara kolaboratif dan partisipatif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah yang mampu menurunkan angka kemiskinan secara konsisten. Ini menjadi bukti bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan benar-benar berpihak pada rakyat,” ujar Abdul Jabbar.
Ia menegaskan, Karang Taruna Sidrap ke depan akan berperan aktif dalam menekan sisa angka kemiskinan melalui berbagai program pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan aksi nyata di lapangan.
“Karang Taruna siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari solusi. Kami akan hadir langsung di tengah masyarakat melalui penguatan layanan sosial terpadu, pemberdayaan keluarga miskin di sektor UMKM dan kewirausahaan pemuda, pendampingan ekonomi keluarga rentan, hingga gerakan sosial berbasis komunitas agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemiskinan di Sidrap,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Sidrap diharapkan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi praktik baik (best practice) pembangunan inklusif berbasis kolaborasi yang dapat menjadi rujukan secara nasional. (*)