Barru, Edarinfo.com – Insiden berdarah terjadi di jalur Trans Sulawesi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Hanya karena senggolan kendaraan di jalan raya, seorang sopir truk bernama Mus Gustiaranda (34) harus kehilangan nyawanya setelah ditikam oleh pengendara mobil berinisial BR (64).

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Poros Makassar–Parepare, tepatnya di Lingkungan Bottoe, Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Barru, AKP Akbar Sirajuddin, mengungkapkan bahwa insiden bermula dari dua kendaraan yang melaju beriringan dari arah Makassar menuju Parepare. Dalam perjalanan, mobil pelaku dan truk korban sempat bersenggolan.

“Motifnya emosi sesaat. Jadi cekcok kemudian emosi,” ujar Akbar kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Tak terima kendaraannya terserempet, pelaku kemudian mengejar dan menghentikan laju truk korban. Ketika keduanya bertemu, adu mulut tak terhindarkan. Meski berlangsung singkat, pertikaian itu berubah menjadi aksi kekerasan yang berujung fatal.

“Terduga pelaku ini menahan korban, kemudian ada cekcok dan terjadi penikaman. Sebelumnya tidak ada saling kenal antara korban dan pelaku. Ini spontan terjadi sehingga kejadiannya sangat cepat,” jelasnya.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, luka tikaman yang dideritanya terlalu parah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis,” tambah Akbar.

Usai kejadian, aparat kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Kota Parepare.

“Kurang dari 1×24 jam pelaku berikut barang bukti dan saksi-saksi sudah kami amankan,” tegasnya.

Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 466 Ayat (3) KUHP dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Akbar juga mengingatkan masyarakat agar mampu mengendalikan emosi, khususnya saat berkendara di jalan umum.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap bijak dan mampu mengontrol emosi. Jangan sampai emosi sesaat berujung pada hilangnya nyawa orang lain,” pungkasnya.

Insiden ini sempat memicu kepanikan warga sekitar lokasi kejadian dan menjadi pengingat keras akan bahaya amarah yang tak terkendali di ruang publik. (*)