Sidrap, Edarinfo.com – Masih ingat sosok dengan julukan Koboy dari Timur di Kabupaten Sidrap?

Ya, ia adalah Andi Tenri Sangka (ATS), Anggota DPRD Sidrap dari Fraksi NasDem yang dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.

Momentum Halal Bihalal ke-5 Ikatan Alumni Kerukunan Keluarga Pelajar Mahasiswa Bila Raua (KKPMBR) yang digelar di rumah jabatan Bupati Sidrap dimanfaatkan Andi Tenri Sangka untuk menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan, khususnya di desa-desa tertinggal.

Dalam suasana penuh keakraban pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ATS yang juga merupakan bagian dari KKPMBR menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar, terutama jembatan yang menjadi akses vital masyarakat di wilayah terpencil.

Ia mengungkapkan, temuan tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan hasil serap aspirasi warga, terdapat sedikitnya dua desa yang sangat membutuhkan fasilitas jembatan, yakni Desa Tana Toro dan Desa Leppangeng.

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat di kedua desa tersebut masih menghadapi kesulitan akses, terutama saat musim hujan, yang berdampak langsung terhadap mobilitas warga.

“Dari hasil turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui program mendengar rakyat bersuara, kami menemukan bahwa warga di Desa Tana Toro dan Leppangeng sangat membutuhkan jembatan sebagai akses utama mereka,” ungkapnya, Sabtu (23/03/26).

Ia menambahkan, keterbatasan infrastruktur penghubung tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga mempersulit akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga.

“Pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi penghubung harapan masyarakat desa untuk mendapatkan akses yang lebih baik,” ujarnya.

Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan yang layak di desa tertinggal. Ia menegaskan, kualitas pendidikan tidak boleh timpang hanya karena faktor geografis.

Andi Tenri Sangka mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak di desa terpencil mendapatkan sarana belajar yang memadai, mulai dari ruang kelas yang layak hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Pendidikan adalah kunci masa depan. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak di desa tertinggal hanya karena keterbatasan fasilitas. Mereka berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang setara dengan di kota,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sidrap, Syahruddin Alrif, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah, termasuk desa-desa tertinggal.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menghadirkan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di sektor infrastruktur maupun pendidikan.

Kegiatan Halal Bihalal ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pembangunan di Kabupaten Sidenreng Rappang. (*)