Makassar, Edarinfo.com – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (IKATSI Unhas) semakin dekat. Dinamika menjelang forum tertinggi alumni tersebut kian menguat seiring munculnya sejumlah figur yang dinilai layak melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
Sejumlah nama mulai mengemuka di kalangan alumni, di antaranya Sri Asri Wulandari angkatan 1989, Subhan Mustari angkatan 1995, serta Muhammad Yasser angkatan 2000. Ketiganya dikenal memiliki rekam jejak, pengalaman, serta kontribusi masing-masing dalam perjalanan organisasi alumni Teknik Sipil Unhas.
Di tengah dinamika tersebut, dukungan terhadap Muhammad Yasser terus mengalir. Zul, alumni Teknik Sipil angkatan 2008, secara tegas menyatakan pilihannya kepada Yasser. Ia menilai sosok tersebut mampu merepresentasikan semangat alumni muda sekaligus menjembatani komunikasi lintas generasi dalam tubuh IKATSI.
“Beliau figur yang representatif terhadap aspirasi alumni muda. Sosok yang mencerminkan semangat baru, energi kolaborasi, serta mampu menjadi jembatan harmonis antara senior dan generasi muda,” ujar Zul melalui awak media kami, Jum’at, (06/02/26).
Menurutnya, kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif menjadi kebutuhan IKATSI saat ini, agar organisasi dapat terus relevan serta adaptif terhadap tantangan zaman.
Sementara itu, alumni 2008 lainnya, Akhmad Ikram, mengajak seluruh alumni untuk memaknai Munas sebagai ajang kebersamaan, bukan sekadar kontestasi.
“Mari kita laksanakan Munas IKATSI dengan riang dan gembira. Munas harus menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antaralumni. Siapapun yang terpilih sebagai ketua umum nantinya, harus mampu merangkul semua,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Munas bukan semata forum pemilihan kepemimpinan dan pengambilan keputusan organisasi. Lebih dari itu, momentum ini penting untuk merawat persaudaraan, menyatukan gagasan, serta memperkuat peran strategis alumni dalam kontribusinya bagi almamater dan masyarakat luas.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Munas IKATSI Unhas diharapkan menjadi ruang demokrasi yang sehat, hangat, dan penuh kegembiraan, tempat seluruh alumni bertemu, berdialog, serta membangun masa depan organisasi secara kolektif. (*)