Sidrap, Edarinfo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 yang bertugas di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, memperkenalkan inovasi pembuatan pestisida alami berbahan dasar daun sirsak sebagai alternatif pengendalian hama ramah lingkungan.

Program bertajuk “Pembuatan Pestisida Alami Berbasis Daun Sirsak sebagai Alternatif Pengendalian Hama Ramah Lingkungan” ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan pertanian, khususnya dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan.

Inisiator program, Farhan Adam Adhe Kantary, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Unhas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari hasil observasi lapangan selama sepekan. Ia menemukan bahwa mayoritas masyarakat Kelurahan Batu Lappa berprofesi sebagai petani dan masih sangat bergantung pada pestisida kimia.

“Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan. Padahal, di sekitar masyarakat tersedia bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif, salah satunya daun sirsak,” ujar Farhan.

Menurutnya, minimnya pengetahuan petani tentang pengendalian hama ramah lingkungan membuat penggunaan pestisida kimia menjadi pilihan utama. Padahal, dalam jangka panjang hal tersebut dapat merusak ekosistem pertanian dan menurunkan kualitas hasil panen.

Praktik Langsung dan Diskusi Interaktif

Kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk praktik langsung pembuatan pestisida alami yang disertai diskusi interaktif bersama masyarakat. Metode ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatannya.

Dalam sesi diskusi, warga diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam mengendalikan hama tanaman. Mahasiswa KKN kemudian menawarkan solusi alternatif melalui pemanfaatan pestisida alami berbahan daun sirsak yang dapat disesuaikan dengan kondisi pertanian setempat.

Dorong Kesadaran Pertanian Berkelanjutan

Farhan menegaskan bahwa program ini tidak semata-mata berfokus pada pembuatan pestisida alami, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya praktik pertanian yang aman dan berkelanjutan.

“Petani adalah aset penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan solusi yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan agar pertanian tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan dan kelestarian alam,” katanya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Januari 2025 dan dipusatkan di Balai Kelurahan Batu Lappa. Sebanyak sekitar 25 warga mengikuti kegiatan tersebut, yang juga dihadiri oleh Lurah Batu Lappa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat kelurahan setempat sebagai bentuk dukungan terhadap program kerja mahasiswa KKN.

Program berbasis pemanfaatan potensi lokal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan warga dalam sesi diskusi maupun praktik pembuatan pestisida alami. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Batu Lappa dapat menerapkan penggunaan pestisida alami secara mandiri dan mendorong terwujudnya pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)