Makassar, Edarinfo.com — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang jatuh pada 12 November 2025 mengangkat tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Tema tersebut menjadi pengingat penting bahwa pembangunan bangsa yang kuat harus dimulai dari generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pergeseran Profil Kesehatan
Indonesia kini menghadapi perubahan serius dalam profil kesehatannya. Jika pada masa lalu penyakit menular menjadi ancaman utama, kini Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia.
Praktisi kesehatan sekaligus pengurus Ambulance Centre Layanan Kemanusiaan DPP Gerindra, Dr. Haerul Anwar, mengatakan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus PTM di masyarakat.
“Gaya hidup kurang gerak, pola makan tidak sehat, dan kebiasaan merokok menjadi faktor utama. Solusinya bukan hanya pengobatan di hilir, tapi memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat,” ujar Haerul, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, paradigma kesehatan harus bergeser dari pengobatan menuju pencegahan. Kesehatan, kata Haerul, merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga setiap hari melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pengelolaan stres yang baik.
“Mencegah penyakit jauh lebih murah, lebih efektif, dan meningkatkan kualitas hidup dibanding mengobati komplikasi yang sudah parah,” tambahnya.

Bonus Demografi Bisa Jadi Beban
Indonesia saat ini berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibanding usia nonproduktif. Namun, potensi ini bisa berubah menjadi beban demografi jika generasi muda tidak sehat, kekurangan gizi, atau terbiasa dengan gaya hidup tidak aktif.
“Kalau generasi muda masih terbebani masalah gizi atau gaya hidup tidak sehat, bonus demografi justru berubah jadi beban demografi,” tegas Haerul.
Ia menilai, peran aktif pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam memastikan generasi muda tumbuh dengan sehat dan produktif, karena masa depan bangsa bergantung pada kualitas kesehatan mereka.
MBG dan Sekolah Rakyat Jadi Pilar Strategis
Dalam rangka mewujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, pemerintah mendorong dua program strategis, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Program MBG disebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan gizi anak-anak Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi dijalankan tepat sasaran dengan memperhatikan kualitas nutrisi.
Sementara itu, inisiatif Sekolah Rakyat menjadi upaya memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedua program tersebut dinilai saling melengkapi dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
“Kesehatan dan pendidikan adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan. Investasi di keduanya berarti investasi pada masa depan bangsa,” tutup Haerul.
Membangun Generasi Sehat
Momentum HKN ke-61 menjadi pengingat penting bahwa membangun bangsa tidak bisa hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan manusia yang sehat dan berdaya.
Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, cita-cita untuk melahirkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat diharapkan dapat benar-benar terwujud. (*)