Sidrap, Edarinfo.com – Suasana Pesta Panen Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), semakin semarak dengan digelarnya Lomba Layang-Layang Pitu-Pitu yang berlangsung 28–30 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar bersama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 08 Sidrap di Desa Otting. Pesertanya terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Lomba ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan dan perebutan hadiah. Kehadiran layang-layang pitu-pitu juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang memiliki nilai budaya di tengah berkembangnya berbagai bentuk hiburan modern.

Ketua RAPI Wilayah 08 Sidrap, Mahmud Yusuf yang diwakili oleh Sekretaris, Takdir mengatakan, keterlibatan RAPI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan dengan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian permainan tradisional.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Layang-layang pitu-pitu merupakan bagian dari permainan tradisional yang perlu terus kita hidupkan dan kenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, momentum pesta panen menjadi ruang yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang menghibur sekaligus memiliki nilai kebersamaan.

“Pesta panen adalah momentum masyarakat untuk bersyukur sekaligus berkumpul. Karena itu, kami berharap lomba layang-layang ini bisa menambah semarak kegiatan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menikmati tradisi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wa Gilingeng yang akrab disapa senior Batara sebagai Tokoh Masyarakat yang menginisiasi kegiatan tersebut menyebut lomba tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menghidupkan kembali permainan lokal.

Kegiatan ini nantinya dirangkaikan dengan Mappadendang yang digelar masyarakat Desa Otting.

Layang-layang yang dilombakan merupakan jenis pitu-pitu, yakni layang-layang tradisional Bugis yang dilengkapi perangkat khusus sehingga menghasilkan bunyi ketika diterbangkan dan terkena aliran angin.

Dengan perpaduan pesta panen, Mappadendang, dan lomba layang-layang pitu-pitu, Desa Otting menghadirkan ruang kebersamaan yang tidak hanya merayakan hasil pertanian, tetapi juga menjaga tradisi masyarakat agar tetap hidup di tengah generasi yang terus berubah. (*)