Sidrap, Edarinfo.com – Menjaga persatuan di era digital tidak hanya dilakukan melalui interaksi di tengah masyarakat. Media sosial kini menjadi ruang baru yang turut menentukan bagaimana perbedaan disikapi, informasi diterima, dan hubungan antarsesama dibangun.

Karena itu, Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengingatkan generasi muda, khususnya calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidrap Tahun 2026, agar bijak menggunakan media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Nurkanaah saat memberikan materi pada Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila bagi calon Paskibraka di Baruga Kompleks SKPD Sidrap, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan bertema “Kerukunan Umat Beragama bagi Generasi Muda” tersebut, Nurkanaah menekankan bahwa sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan perlu ditanamkan sejak dini.

Menurutnya, kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tokoh agama. Generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, termasuk melalui perilaku mereka di ruang digital.

“Kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga negara. Mari kita menjadi generasi muda yang menghargai perbedaan, memperkuat persatuan, dan menjadi pelopor perdamaian demi Indonesia yang harmonis, maju, dan berkeadilan,” ujar Nurkanaah.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika media sosial telah menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Di ruang digital, perbedaan pandangan dapat dengan mudah berkembang menjadi perdebatan, sementara informasi yang belum tentu benar dapat tersebar luas dalam waktu singkat.

Dalam situasi seperti itu, kemampuan untuk menyaring informasi menjadi bagian penting dari menjaga kerukunan. Nurkanaah pun secara khusus mengingatkan calon Paskibraka agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Pintar-pintarlah menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Jadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan hal-hal positif dan mempererat persaudaraan,” pesannya.

Pesan itu sekaligus menempatkan calon Paskibraka dalam peran yang lebih luas. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas mengibarkan bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Nurkanaah juga mengingatkan calon Paskibraka agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan. Ia mengajak mereka menggunakan media sosial secara bijak untuk membangun komunikasi yang positif dan mempererat persaudaraan.

Dengan demikian, semangat persatuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam peringatan kemerdekaan tidak berhenti di lapangan upacara. Nilai tersebut juga diharapkan hadir dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika generasi muda berinteraksi di ruang digital.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sidrap, Muhammad Arsul, berharap pembinaan tersebut dapat memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan para calon Paskibraka.

“Semoga materi yang diberikan dapat menambah wawasan dan pemahaman para calon Paskibraka, sehingga mereka dapat menjadi generasi muda yang memiliki karakter, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kesbangpol Sidrap, serta para instruktur dan pelatih calon Paskibraka.

Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila ini menjadi bagian dari pembinaan calon Paskibraka untuk memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila sekaligus membentuk generasi muda yang mampu menerapkan nilai persatuan, toleransi, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi, pesan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga persatuan kini memiliki ruang yang semakin luas. Bukan hanya di lingkungan masyarakat, tetapi juga di layar ponsel yang setiap hari berada di tangan generasi muda. (*)