Sidrap, Edarinfo.com – Arisan tidak lagi sekadar menjadi wadah berkumpul dan mempererat silaturahmi. Di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Arisan Massiddiati justru memanfaatkan pertemuan rutinnya sebagai ruang edukasi literasi digital dengan mengajak seluruh anggota untuk bijak menggunakan media sosial.

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman mantan Wakil Bupati Sidrap, Jalan Ganggawa Nomor 30, Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Minggu (5/7/2026). Pertemuan dihadiri puluhan anggota Arisan Massiddiati yang kini beranggotakan sekitar 75 orang.

Ketua Arisan Massiddiati, Anita Mahmud Yusuf, mengatakan bahwa arisan yang dipimpinnya tidak hanya bertujuan mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas anggotanya melalui berbagai edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi. Karena itu, setiap orang dituntut memiliki kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

“Media sosial adalah cerminan diri. Saya berharap setiap anggota Arisan Massiddiati bisa menjadi contoh yang baik di dunia maya. Tetap jaga etika, saring sebelum sharing, dan pastikan setiap postingan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Anita di hadapan para anggota.

Di tengah kesibukannya mendampingi sang suami sebagai pengusaha, Anita tetap meluangkan waktu untuk membina komunitas tersebut. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya digital yang sehat, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar setiap anggota selalu menjaga norma, etika, dan kesantunan dalam setiap aktivitas di media sosial. Menurutnya, informasi yang dibagikan hendaknya dipastikan kebenarannya sehingga tidak memicu penyebaran hoaks maupun konten yang dapat merugikan orang lain.

Komitmen Arisan Massiddiati mengangkat isu literasi digital menjadi contoh bagaimana komunitas berbasis masyarakat mampu beradaptasi dengan tantangan era digital.

Dengan jumlah anggota yang mencapai 75 orang, pesan-pesan positif mengenai etika bermedia sosial diharapkan dapat menyebar lebih luas melalui keluarga dan lingkungan masing-masing anggota.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain sesi edukasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi santai, ramah tamah, serta pengundian arisan bulanan yang menjadi agenda rutin komunitas tersebut.

Melalui kegiatan ini, Arisan Massiddiati menunjukkan bahwa forum arisan tidak hanya menjadi tempat mempererat hubungan sosial, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. (*)