Jakarta, Edarinfo.com Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu (1/7) malam.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.

“Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diterjunkan dalam operasi tersebut. Tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim penindakan yang melakukan penggerebekan di rumah target dan tim pendukung yang bersiaga di lokasi lain.

Saat proses penangkapan berlangsung, polisi berhasil mengamankan target operasi. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang yang berada di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.

“Situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,” kata Eko.

Menurutnya, kondisi semakin memanas ketika massa bertambah banyak dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Dalam situasi yang tidak terkendali, para anggota berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan personel. Beberapa anggota bahkan terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Akibat insiden tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

“Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” ujar Eko.

Atas peristiwa itu, Bareskrim Polri menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika,” ucapnya.

Bareskrim Polri juga memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penanganan kasus tersebut, termasuk pencarian dua anggota yang hingga kini masih belum ditemukan.

“Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegas Eko.

Selain itu, Bareskrim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap operasi pemberantasan narkotika guna meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di lapangan.

“Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” tutupnya. (*)