Makassar, Edarinfo.com – ‎Upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Makassar di tengah pesatnya perkembangan era digital kembali mendapat ruang melalui kolaborasi berbagai pihak. BASAibu Wiki Sulsel bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Program Studi Bahasa Makassar Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Program Studi Sastra Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar workshop peningkatan kapasitas bagi para peneliti muda Bahasa Makassar di Aula Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Pada Hari Jumat (03/07/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pemuda Agen Pelestari Bahasa Daerah ini didukung oleh Badan Bahasa, Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Workshop melibatkan 50 mahasiswa, terdiri atas 25 mahasiswa Program Studi Bahasa Makassar UNM dan 25 mahasiswa Program Studi Sastra Daerah Unhas, serta para dosen yang akan mendampingi peserta selama kegiatan penelitian lapangan.

Program ini berfokus pada partisipasi generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian Bahasa Makassar. Berdasarkan kajian vitalitas bahasa daerah di Indonesia tahun 2011–2022, tercatat terdapat 18 bahasa berstatus aman, 27 bahasa rentan, 29 bahasa mengalami kemunduran, 26 bahasa terancam punah, delapan bahasa kritis, dan lima bahasa telah punah. Di sisi lain, sastra daerah, khususnya sastra lisan, juga menghadapi ancaman akibat berkurangnya jumlah maestro, pewaris, penutur, pelaku, dan khalayak sastra, serta terhentinya proses pewarisan kepada generasi muda. Faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, globalisasi, perkembangan teknologi, sistem pendidikan, hingga pembangunan daerah turut memengaruhi kondisi tersebut.

Melihat tantangan itu, BASAibu Wiki memandang generasi muda memiliki peran strategis sebagai digital native. Dengan sekitar 80 persen pemuda aktif menggunakan internet setiap hari, mereka dinilai memiliki kemampuan mengubah konten tradisional menjadi kamus multimedia yang mudah diakses melalui website maupun aplikasi. BASAibu Wiki sendiri telah melibatkan lebih dari enam juta peserta sekitar 60 persen di antaranya perempuan dalam berbagai program penguatan identitas lokal, termasuk mengembangkan kamus digital Bahasa Makassar bekerja sama dengan peneliti, ahli bahasa, dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran kamus digital tersebut menjadi langkah bersama untuk merawat, mengembangkan, serta menghadirkan Bahasa Makassar di ruang digital yang lebih terbuka dan partisipatif.

Dalam pengembangannya, masyarakat turut ditempatkan sebagai bagian penting melalui mekanisme kontribusi terbuka. Publik dapat menambahkan lema atau kosakata baru, memperbaiki klasifikasi kelas kata, melengkapi contoh kalimat sesuai konteks, hingga memberikan berbagai penyempurnaan lainnya. Melalui dukungan Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BASAibu Wiki menghadirkan Program Pemuda sebagai Agen Pelestari Bahasa untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pemetaan bahasa daerah, pelestarian sastra dan kebahasaan, sekaligus melahirkan metode pelestarian yang inovatif agar bahasa daerah tidak lagi dipandang kuno, melainkan menjadi tren yang membanggakan bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, M.Ag., menilai program tersebut merupakan investasi strategis bagi masa depan bahasa daerah di Indonesia.

“Program Pemuda Agen Pelestari Bahasa Daerah merupakan investasi strategis bagi masa depan bahasa daerah di Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan keterlibatan generasi muda dalam pelindungan dan pemajuan bahasa daerah, tetapi juga menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan ikhtiar membangun masa depan bangsa yang berpijak pada jati diri dan kekayaan budayanya. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan menjadi penggerak utama yang menghadirkan inovasi, kreativitas, dan ruang-ruang baru agar bahasa daerah tetap hidup, digunakan, dan relevan di tengah perkembangan zaman. Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melahirkan semakin banyak pemuda agen pelestari bahasa daerah. Dengan semangat kolaborasi tersebut, kita optimistis bahasa daerah akan tetap lestari sebagai kebanggaan, sumber pengetahuan, dan identitas budaya yang diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam ekosistem kolaboratif tersebut, Balai Bahasa memegang peran strategis sebagai validator kebahasaan. Setiap entri, klasifikasi kelas kata, dan contoh kalimat dalam bahasa daerah ditelaah serta divalidasi untuk memastikan ketepatan bentuk, makna, dan kaidah kebahasaan. Peran ini dinilai penting guna menjaga mutu ilmiah kamus sekaligus memastikan proses pengayaan yang bersifat partisipatif tetap berada dalam koridor kebahasaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Koordinator Program BASAibu Wiki Sulsel, Ita Ibnu, menegaskan bahwa generasi muda merupakan investasi penting bagi masa depan bahasa daerah.

“Pemuda Agen Pelestari Bahasa Daerah adalah investasi penting untuk masa depan, karena bahasa daerah akan tetap hidup ketika pemuda diberi ruang untuk menggunakannya sebagai alat partisipasi publik, kolaborasi, dan perubahan sosial.”

Menurutnya, pemuda bukan sekadar penerus pasif, melainkan agen inovasi yang mampu menghidupkan kembali bahasa daerah melalui platform yang mereka kuasai, seperti aplikasi mobile, podcast lokal, hingga forum digital yang inklusif. Pemetaan bahasa daerah pun dinilai menjadi katalisator yang memperkuat suara generasi muda di ruang publik sekaligus menghubungkan pelestarian budaya dengan demokrasi digital yang inklusif.

Lebih luas lagi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat partisipasi publik generasi muda dalam berbagai isu sipil. Di tengah paradoks tingginya konektivitas digital namun rendahnya partisipasi, BASAibu Wiki berupaya mendorong generasi muda bertransformasi dari sekadar pengguna media sosial menjadi warga aktif melalui kegiatan wikithon, dialog kebijakan, dan berbagai bentuk implementasi nyata. Pemetaan bahasa daerah menjadi pintu masuk untuk memperkuat suara pemuda dalam forum publik serta menjembatani budaya lokal dengan demokrasi digital yang inklusif.

Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang sejak 2025 menyalurkan bantuan pemerintah bagi pelestarian bahasa dan sastra daerah. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai program pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah sebagai implementasi amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 serta Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra.

BASAibu Wiki sendiri merupakan organisasi yang mendorong anak muda menyuarakan pendapat terhadap berbagai isu publik dan berpartisipasi dalam perumusan kebijakan melalui platform digital dengan menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Inisiatif ini bermula dari BASAibu Wiki Bali, kemudian direplikasi di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan melalui BASAibu Wiki Sulsel yang dikelola Rumata’ ArtSpace sejak 2020.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai BASAibu Wiki Sulsel, masyarakat dapat mengunjungi:

Websitebasasulselwiki.org

Akun Instagram @basasulsel

Subscribe YouTube Basaibu Wiki – Sulsel