Sidrap, Edarinfo.com – Nama Haider belakangan semakin sering diperbincangkan di kalangan pelaku usaha menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Owner Lapak Ana’ Ogi (LAO) itu dinilai sebagai salah satu figur muda yang memiliki pengalaman membangun usaha sekaligus semangat besar dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan di daerah.
Bagi Haider, dunia usaha bukan sekadar tentang mengejar keuntungan. Ia meyakini bahwa seorang pengusaha memiliki tanggung jawab untuk menciptakan peluang, membangun kolaborasi, dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berangkat dari semangat tersebut, Haider membawa visi “Membangun generasi muda berintegritas dan inovatif untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM Sidrap lebih maju.”
Menurutnya, TDA memiliki peran strategis sebagai ruang belajar bagi para pelaku usaha. Organisasi ini tidak hanya menjadi tempat memperluas jaringan bisnis, tetapi juga menjadi wadah lahirnya pengusaha yang memiliki karakter, integritas, dan semangat berbagi.
“TDA harus menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin bertumbuh. Bukan hanya belajar menjalankan bisnis, tetapi juga membangun karakter, memperkuat jejaring, dan menghadirkan manfaat bagi sesama pelaku usaha,” ujar Haider saat wawancara bersama awak media kami, Kamis, (02/07,26).
Sebagai pengusaha yang membangun Lapak Ana’ Ogi hingga dikenal masyarakat Sidrap, Haider memahami bahwa tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks. Persaingan yang semakin ketat menuntut pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi agar mampu bertahan sekaligus berkembang.
Karena itu, apabila dipercaya memimpin TDA Sidrap, Haider ingin menghadirkan organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan. Ia menyiapkan lima misi utama sebagai arah kepemimpinannya.

Misi tersebut meliputi mencetak wirausaha muda yang berkarakter, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai kolaborasi, meningkatkan kapasitas anggota melalui pelatihan dan mentoring, mendorong inovasi serta pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha, membangun sinergi antara anggota dengan pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha, hingga memperluas akses pasar, jejaring, dan peluang bisnis bagi seluruh anggota TDA Sidrap.
Bagi Haider, kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi. Ia meyakini bahwa kemajuan UMKM tidak dapat dicapai hanya oleh individu, melainkan melalui kerja sama berbagai pihak yang memiliki tujuan yang sama.
“Kalau kita ingin UMKM Sidrap naik kelas, kita harus saling menguatkan. Pengusaha yang sudah berkembang harus menjadi mentor bagi yang baru memulai. Begitu pula organisasi harus mampu membuka akses terhadap pelatihan, teknologi, jejaring, dan pasar,” katanya.
Haedir juga ingin mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda di Kabupaten Sidrap. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah apabila diberikan ruang belajar, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang.
Ia berharap TDA Sidrap ke depan mampu menjadi organisasi yang lebih aktif menghadirkan program-program yang berdampak langsung kepada anggotanya, mulai dari peningkatan kompetensi, digitalisasi usaha, hingga kolaborasi lintas sektor yang dapat mempercepat pertumbuhan UMKM.
“Harapan saya, semoga TDA Sidrap bisa menjadi rumah bertumbuh bagi para pengusaha. Organisasi ini harus menjadi tempat lahirnya inovasi, kolaborasi, dan semangat saling mendukung agar UMKM Sidrap semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tutup Haedir.
Dengan pengalaman membangun usahanya sendiri serta gagasan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi, Haider kini menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian menjelang Musda TDA Sidrap. Terlepas dari dinamika organisasi yang akan berlangsung, visinya menunjukkan komitmen untuk menjadikan TDA sebagai katalisator pertumbuhan UMKM sekaligus ruang lahirnya generasi baru pengusaha Sidrap yang berintegritas dan berdaya saing. (*)