Sosok, Edarinfo.com – Fenomena perantau yang sukses lalu kembali berinvestasi di kampung halaman kembali terlihat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Salah satunya adalah Andi Efe, pengusaha asal Sulawesi Selatan yang memilih membawa sebagian pengembangan bisnisnya ke daerah kelahirannya setelah bertahun-tahun merintis usaha di berbagai daerah di Indonesia.
Keputusan tersebut menjadi contoh bagaimana diaspora daerah dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan usaha di kampung halaman.
Sebelum mencapai kesuksesan seperti saat ini, perjalanan hidup Andi Efe tidaklah mudah. Pria yang akrab disapa Efe itu pernah menjalani kehidupan sebagai perantau di Jakarta dengan berbagai keterbatasan. Ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan, tinggal di rumah sederhana berdinding triplek, hingga harus bertahan hidup dengan kondisi ekonomi yang minim.
Di tengah perjuangan tersebut, Efe tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). Setelah itu, ia sempat menetap di Jambi bersama keluarga sambil berkebun sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan usahanya ke Kepulauan Riau.
Pada 2009, ia mendirikan PT Asna Jaya Bintan Karya yang bergerak di bidang konstruksi. Seiring waktu, bisnis tersebut berkembang dan melakukan ekspansi ke sektor pelayaran, logistik, ekspedisi, manufaktur, kuliner, media online, hingga perdagangan.
Perjalanan bisnisnya di Batam dan Tanjungpinang kemudian melahirkan sejumlah perusahaan yang kini tergabung dalam PT Asna Jaya Group, dengan jaringan usaha yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Batam, Tanjungpinang, dan Makassar.
Namun di tengah ekspansi bisnis tersebut, Efe memilih untuk tidak melupakan daerah asalnya.
Alih-alih hanya mengembangkan usaha di kota-kota besar, ia mulai menanamkan investasi di Sidrap dengan harapan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Di Kecamatan Pitu Riase, Asna Jaya Group menghadirkan PT Asna Jaya Steel dan ASNA Mart yang berlokasi di Desa Bila Riase. Kehadiran dua unit usaha tersebut tidak hanya memperluas jaringan bisnis perusahaan, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Direktur PT Asna Jaya Steel, Muhammadong, mengatakan kehadiran perusahaan tersebut membantu masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh kebutuhan bahan bangunan.
Sementara Direktur ASNA Mart, Hartono, menjelaskan bahwa gerai tersebut diresmikan pada Desember 2025 oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Menurutnya, kehadiran usaha tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pelaku UMKM sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Diaspora yang Membawa Peluang
Bagi banyak daerah, keberhasilan para perantau sering kali menjadi kebanggaan tersendiri. Namun dampaknya akan lebih besar ketika kesuksesan itu kembali dibawa pulang dalam bentuk investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Andi Efe mengungkapkan bahwa saat ini PT Asna Jaya Steel dan ASNA Mart telah menyerap sekitar 47 tenaga kerja lokal di Sidrap. Ke depan, ia juga berencana mengembangkan sektor perkebunan dan industri melalui pembangunan pabrik rokok, dengan tetap menunggu proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika perizinan diberikan Bupati Sidrap, kami siap membangun pabrik sebagai bagian dari pengembangan industri yang diharapkan memberi nilai tambah bagi petani lokal,” ujar Andi Efe ditengah perbincangan bersama awak media kami, Rabu (10/06/26).
Rencana tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja baru sekaligus menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan petani lokal.
Kisah Andi Efe menunjukkan bahwa keberhasilan di tanah rantau tidak selalu berakhir di kota-kota besar. Bagi sebagian perantau, kampung halaman tetap menjadi tempat untuk kembali, berbagi manfaat, dan membangun masa depan bersama masyarakat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Saya pernah merasakan hidup susah di rantau. Karena itu, ketika Allah memberi rezeki dan kesempatan, saya ingin manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat di kampung halaman. Kesuksesan bukan tentang seberapa besar usaha yang kita miliki, tetapi seberapa banyak orang yang bisa kita bantu untuk ikut maju bersama”. (*)