Sosok, Edarinfo.com – Di balik setiap karya yang lahir, selalu ada cerita tentang perjalanan, perjuangan, dan harapan yang menyertainya. Bagi Rievy Putri, menulis bukan sekadar aktivitas merangkai kata, melainkan cara untuk mengabadikan kenangan, memahami kehidupan, dan menyampaikan perasaan yang terkadang sulit diungkapkan secara lisan.

Perempuan yang akrab disapa Putri ini mulai mencintai dunia literasi sejak usia dini. Ketika banyak anak seusianya menghabiskan waktu dengan permainan, Putri justru menemukan kesenangan dalam membaca. Tinggal di sebuah kecamatan kecil dengan akses toko buku yang terbatas tidak menghalangi rasa ingin tahunya terhadap berbagai bacaan. Ia tumbuh bersama majalah Bobo, buku-buku perpustakaan, serta koleksi bacaan yang dipinjam dari teman-temannya.

Kecintaan terhadap membaca perlahan berkembang menjadi ketertarikan untuk menulis. Saat duduk di bangku SMA, Putri mulai aktif menulis cerpen dan fanfiction. Namun, momen yang benar-benar mengubah arah perjalanannya datang ketika ia membaca karya-karya penulis di platform digital Cabaca.

Dari sana, ia mulai membayangkan dirinya sebagai seorang penulis novel. Keinginan tersebut semakin kuat hingga mendorongnya untuk belajar secara mandiri, mengikuti berbagai lomba menulis, dan terus mengasah kemampuan. Pada tahun 2019, Putri mulai mengirimkan puisi ke berbagai platform, kemudian menerbitkan antologi puisi solo melalui penerbit independen pada tahun 2020. Perjalanan itu berlanjut ketika ia terjun ke dunia penulisan nonfiksi dan menjadi freelance writer untuk berbagai media digital.

Bagi Putri, menulis memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menghasilkan karya.

Dokumentasi webinar ‘Menjadi Editor Buku Fiksi Profesional’ bersama pemateri Donna Widjajanto di Klinik Nulis. 

“Menulis adalah media saya untuk terus tumbuh dan berbagi nilai kehidupan serta pengalaman kepada pembaca,” ujarnya.

Melalui tulisan, ia menemukan ruang untuk menyimpan kenangan, mengolah pikiran, dan menyalurkan berbagai emosi yang tidak selalu mudah diungkapkan melalui percakapan sehari-hari. Menulis juga menjadi cara baginya untuk meninggalkan jejak yang dapat dikenang di masa depan.

Dukungan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan literasinya. Orang tuanya menanamkan kebiasaan membaca sejak kecil, sementara sang ayah yang gemar menulis pantun menjadi inspirasi tentang pentingnya konsistensi dalam berkarya. Lingkungan sekolah dan kampus pun turut memperkaya pengalamannya melalui berbagai kegiatan literasi dan organisasi media.

Meski begitu, perjalanan menjadi penulis tidak selalu berjalan mulus. Putri mengaku pernah mengalami masa-masa penuh keraguan. Saat remaja, ia hanya berani mempublikasikan cerpen dan fanfiction melalui blog maupun media sosial. Rasa minder sering kali menghantuinya. Namun, semuanya mulai berubah ketika ia bergabung dengan komunitas Indonesian Writer’s Zone pada tahun 2023.

Menurut Putri, komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan seorang penulis. Melalui komunitas, para penulis dapat saling bertukar pengalaman, berbagi ilmu, dan memberikan dukungan ketika menghadapi kebuntuan atau kehilangan motivasi.

Rievy Putri saat mengisi talkshow sebagai moderator di Klinik Nulis

Di komunitas tersebut, para anggota didorong untuk mengikuti lomba dan mempublikasikan karya mereka secara terbuka. Awalnya, Putri hanya mencoba mengikuti arus. Namun tanpa disadari, pengalaman tersebut membangun kepercayaan dirinya sebagai penulis.

“Kalau saya dulu masih minder, saya tidak akan bisa berlari sejauh ini dan mempublikasikan karya,” tuturnya.

Keberanian itu kemudian membuahkan hasil. Naskah novelnya yang berjudul Sweet Talk berhasil meraih Juara II dalam sebuah kompetisi yang diselenggarakan penerbit independen pada tahun 2023. Prestasi tersebut menjadi salah satu titik penting yang semakin menguatkan keyakinannya untuk terus berkarya.

Dalam proses kreatifnya, Putri sering menemukan inspirasi dari berbagai hal sederhana. Sebuah foto, berita, film, serial televisi, percakapan, bahkan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain dapat menjadi benih cerita yang berkembang menjadi sebuah karya utuh. Setiap ide yang muncul biasanya ia catat terlebih dahulu sebelum dikembangkan menjadi premis, sinopsis, hingga kerangka cerita.

Namun, di balik berbagai pencapaian yang diraih, ada satu karya yang memiliki tempat paling istimewa di hatinya, yaitu cerpen berjudul Rumah.

Salah satu karya dari Rievy Putri

Cerpen tersebut lahir dari pengalaman pribadi yang sangat membekas dalam hidupnya. Pada tahun 2023, Putri mengalami kehamilan ektopik yang membuatnya harus kehilangan buah hati yang sangat dinantikan. Pengalaman itu menjadi salah satu fase terberat dalam kehidupannya.

Alih-alih memendam kesedihan, Putri memilih menuangkannya ke dalam tulisan. Melalui cerpen Rumah, ia mengolah pengalaman kehilangan tersebut menjadi sebuah kisah yang berbicara tentang duka, penerimaan, dan keikhlasan.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa karya yang lahir dari luka itu justru akan membawa kebahagiaan baru. Pada tahun 2025, cerpen Rumah terpilih sebagai naskah terbaik dalam sebuah kompetisi kepenulisan.

“Pelajaran paling berharga yang saya dapatkan dari dunia kepenulisan adalah penyembuhan,” ungkapnya.

Baginya, menulis bukan hanya soal menciptakan cerita, tetapi juga cara untuk berdamai dengan pengalaman hidup yang sulit diterima. Melalui tulisan, ia belajar bahwa luka dapat berubah menjadi kekuatan dan kesedihan dapat menemukan maknanya sendiri.

Selain aktif menulis, Putri juga terlibat dalam pengembangan dunia literasi melalui layanan pendampingan kepenulisan berbasis online, yakni Klinik Nulis. Tidak hanya menjadi editor, saat ini ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Chief Operating Officer (COO) di Klinik Nulis.

Perannya sebagai editor memberikan pengalaman baru yang berbeda dari aktivitas menulis. Ia belajar menjadi pembaca pertama bagi karya orang lain, membantu penulis memperkuat naskah mereka, sekaligus menjaga profesionalisme dalam setiap proses penyuntingan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Putri melihat dunia literasi sedang mengalami perubahan besar. Ia menyadari bahwa teknologi membuka banyak peluang baru bagi para penulis, mulai dari akses publikasi yang lebih luas hingga kemudahan membangun hubungan dengan pembaca.

Meski demikian, ia percaya bahwa kreativitas, pengalaman hidup, dan kejujuran emosi tetap menjadi nilai yang tidak tergantikan oleh teknologi.

“Penulis harus mampu menghadirkan perspektif, pengalaman, dan emosi yang autentik dalam setiap karya,” katanya.

Bagi Putri, penulis yang mampu bertahan dalam jangka panjang bukanlah mereka yang selalu menghasilkan karya sempurna, melainkan mereka yang terus belajar, terbuka terhadap kritik, rajin membaca, dan konsisten berkarya.

Ke depannya, Putri memiliki mimpi besar untuk terus berkembang sebagai penulis. Ia berharap suatu hari nanti karya-karyanya dapat diterbitkan oleh penerbit mayor dan menjangkau lebih banyak pembaca. Ia juga ingin menghasilkan karya sastra yang mengangkat budaya Indonesia serta memperkenalkan kekayaan bahasa yang mulai jarang digunakan.

Di sisi lain, ia tertarik mengeksplorasi genre baru seperti thriller, sebuah tantangan yang belum pernah benar-benar ia jajaki sebelumnya.

Namun, di atas semua target dan pencapaian itu, Putri memiliki harapan yang sederhana sekaligus mendalam.

Ia ingin dikenang sebagai penulis yang mampu menyentuh hati pembaca.

Baginya, keberhasilan terbesar bukanlah ketika buku terjual dalam jumlah banyak atau ketika namanya dikenal luas. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika ada seseorang yang menemukan dirinya dalam sebuah cerita, merasa dipahami melalui sebuah paragraf, atau memperoleh kekuatan dari kata-kata yang ia tulis.

Karena pada akhirnya, Putri percaya bahwa setiap tulisan memiliki kehidupan sendiri. Sebuah tulisan dapat menemani seseorang dalam kesendirian, menguatkan mereka yang sedang berduka, atau sekadar membuat pembacanya merasa tidak sendirian.

Dan selama kata-kata itu masih mampu menyentuh hati manusia, Putri akan terus percaya bahwa menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan jejak yang bermakna dalam kehidupan.

Rievy Putri

Ia adalah penulis lepas sekaligus editor di @klinik_nulis. Setelah menerbitkan buku perdananya Mari Bersuara (2020), ia terus aktif menulis dan berbagi karya di berbagai platform. Novelet Sweet Talk meraih juara dua #CrushSeries (2023) dan Kisah Paling Ikonik di Book Office Awards 3.0 (2025). Mawar Merah menempati sepuluh besar Parade Menulis Roman (PAMER) tahun 2023, memenangkan kategori Karya Favorit Pembaca, serta meraih juara tiga Best Wattpad Story Competition (BWSC) tahun 2025. Novelnya Mati Hati-Hati juga berhasil meraih juara harapan satu di PENSI Vol.4 yang diselenggarakan Teori Kata Publishing (2023).

Di tahun 2025, cerpennya berjudul Rumah terpilih sebagai naskah terbaik dalam lomba Goresan Cinta Pena yang diadakan Pena Madani Kreatif, dan diterbitkan dalam buku antologi Habis Kata, Tak Habis Rasa. Novel terbarunya Menunggu Kereta Pagi (2025) diterbitkan dalam event CARNAVAL penerbit LovRinz. Ia juga menjadi kontributor dalam berbagai karya puisi dan cerpen.

Baginya, menulis adalah ruang untuk berbagi rasa dan menemukan makna dari setiap perjalanan hidup. Mari bertukar sapa dengannya melalui Instagram @p_rizkiaulika dan @rievyputri, serta ikuti karya-karya terbarunya di Wattpad @RievyPutri.