Makassar, Edarinfo.com – Sidang Dewan Pleno (SDP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2026 digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Jemma, Makassar, Minggu, 15 Februari 2026. Forum nasional ini mempertemukan pengurus pusat dan daerah dari seluruh Indonesia dalam satu meja konsolidasi, membicarakan arah organisasi sekaligus membaca peta ekonomi nasional yang kian kompetitif.
Sejak pagi, suasana hotel terasa lebih hidup dari biasanya. Delegasi dari berbagai provinsi datang silih berganti. Di ruang sidang, diskusi berjalan serius. Di lorong-lorong, jejaring dibangun. SDP bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk menentukan masa depan peran pengusaha muda dalam ekosistem ekonomi Indonesia.
Pembukaan forum dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Bahlil Lahadalia, Andi Amran Sulaiman, serta Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati. Turut hadir Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi, jajaran Forkopimda, serta sejumlah senior HIPMI seperti Muhammad Sarmuji, Erwin Aksa, Andi Rukman Karumpa, dan Kamrussamad.
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan pesan tegas kepada tiga bakal calon Ketua Umum HIPMI. Ia menekankan pentingnya etika dalam berkompetisi.
“Fight tapi jangan saling menjelekkan. Fair saja. Jangan pernah mengeluh. Dan apa yang kalian keluarkan, jangan berharap kembali,” ujarnya.
Pesan itu disambut tepuk tangan panjang peserta yang memadati ruang sidang, seolah menjadi pengingat bahwa kompetisi boleh panas, tetapi organisasi harus tetap waras dan berintegritas.
Namun, di balik panggung utama, ada kerja senyap yang tak kalah penting.
Suksesnya forum nasional ini tak lepas dari peran tuan rumah, khususnya BPC HIPMI se-Sulawesi Selatan yang bertugas sebagai liaison officer (LO) bagi seluruh BPD dari berbagai provinsi.
Ketua BPC HIPMI Sidrap, Mansur Marsuki, menyebut keterlibatan BPC se-Sulsel sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus kehormatan besar.
“Kami bangga dipercaya mengawal teman-teman BPD yang hadir di Sulsel. Sebagai tuan rumah, kami pastikan mereka mendapat pelayanan terbaik sejak tiba hingga kembali,” ujarnya.
Menurut Mansur, peran LO bukan sekadar menyambut tamu atau mengatur teknis acara. Lebih dari itu, ini adalah momentum membangun relasi, kepercayaan, dan solidaritas antarpengusaha muda lintas daerah.
Baginya, HIPMI bukan hanya soal siapa yang memimpin organisasi, tetapi tentang bagaimana seluruh anggota bisa saling menguatkan dan menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing.
“Ini momentum membangun jejaring dan kepercayaan. HIPMI bukan hanya soal siapa memimpin, tapi bagaimana kita menjaga solidaritas dan menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi daerah. Kami siap menyukseskan SDP ini, dan siap menyambut Munas dengan semangat yang sama, kolaboratif, solid, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” tegasnya.
Di tengah dinamika organisasi dan kontestasi kepemimpinan, kerja-kerja pelayanan seperti inilah yang sering luput dari sorotan. Padahal, dari tangan-tangan tuan rumahlah kesan pertama dibangun dan rasa kebersamaan tumbuh. SDP HIPMI 2026 di Makassar pun bukan hanya tentang sidang dan keputusan, tetapi juga tentang semangat gotong royong yang menjaga marwah organisasi tetap utuh. (*)