Jakarta, Edarinfo.com – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) harus menanggung sanksi denda dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) terkait penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia. Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul dua pelanggaran yang terjadi selama turnamen berlangsung.

Meski Indonesia dinilai sukses sebagai tuan rumah, bahkan Timnas Futsal Indonesia mampu melaju hingga babak final, AFC tetap mencatat adanya insiden perilaku suporter yang dianggap melanggar regulasi.

Dua pelanggaran itu masing-masing terjadi saat laga Indonesia melawan Korea Selatan serta pertandingan Iran kontra Afghanistan. AFC menilai kedua insiden tersebut melanggar Pasal 65 tentang tanggung jawab atas perilaku penonton dan Pasal 64 mengenai kewajiban penyelenggara pertandingan.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, membenarkan adanya sanksi tersebut. Ia menegaskan PSSI sebagai induk organisasi futsal nasional bertanggung jawab penuh atas pembayaran denda yang diberikan AFC.

“Benar. Ya, supaya tahu juga, yang kena ya PSSI. Denda itu kami terima dari AFC,” kata Arya kepada wartawan di Indonesia Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ia juga menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa futsal berada di bawah naungan PSSI.

“Biar ada literasi sepak bola. Banyak yang belum mengerti kalau futsal itu di bawah PSSI,” ujarnya.

Arya menambahkan, seluruh pembiayaan dan tanggung jawab penyelenggaraan turnamen internasional futsal memang ditangani PSSI.

“Pembiayaan saja kami yang biayai. Piala Asia kemarin juga kami biayai, dan itu besar,” katanya.

Terkait sanksi, AFC menjatuhkan denda sebesar USD 11 ribu atau sekitar Rp185 juta untuk pelanggaran pertama. Sementara pelanggaran kedua dikenai denda USD 3 ribu atau sekitar Rp50 juta.

PSSI memastikan tidak akan mengajukan banding dan memilih menerima keputusan tersebut.

“Nggak, kami terima saja,” tegas Arya. (*)

Artikel ini telah terbit sebelumnya di detikcom dengan judul “Kena Sanksi AFC, Arya Sinulingga Sentil Netizen soal Futsal di Bawah PSSI”