Sidrap, Edarinfo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk Optimalisasi Pencatatan Transaksi Keuangan Harian UMKM Menggunakan Buku Warung di Desa Teteaji. Program ini menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib, mudah, dan terstruktur. Selama ini, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan manual, bahkan ada yang belum melakukan pembukuan sama sekali. Kondisi tersebut kerap menyulitkan mereka dalam memantau arus kas, menghitung keuntungan, maupun merencanakan pengembangan usaha.
Melihat persoalan tersebut, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Busnis Universitas Hasanuddin, Noval Uyun Pirade, menghadirkan solusi praktis melalui aplikasi BukuWarung. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mencatat pemasukan, pengeluaran, hingga utang-piutang secara digital dan real time, sehingga data keuangan lebih rapi dan mudah dipantau kapan saja.
Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi pentingnya pembukuan usaha, pendampingan instalasi aplikasi, hingga praktik langsung pencatatan transaksi harian bersama pelaku UMKM. Dalam prosesnya, mahasiswa juga memberikan bimbingan teknis agar peserta dapat mengoperasikan aplikasi secara mandiri.
Noval menjelaskan, program ini lahir dari pengamatannya terhadap kebiasaan pelaku usaha yang belum memiliki sistem pencatatan yang jelas. Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi keberlanjutan usaha kecil.
“Banyak pelaku UMKM sebenarnya sudah punya usaha yang berjalan baik, tapi tidak tahu persis berapa keuntungan mereka setiap hari karena tidak ada pencatatan. Lewat BukuWarung, kami ingin membantu mereka lebih tertib mengelola keuangan sehingga bisa mengambil keputusan usaha dengan lebih tepat,” ujar Noval, Kamis, (05/02/25).
Ia menambahkan, penggunaan aplikasi yang mudah diakses melalui telepon genggam membuat pelaku usaha tidak perlu lagi membawa buku catatan manual. “Harapannya, setelah pendampingan ini selesai, mereka tetap konsisten mencatat transaksi secara mandiri. Kalau keuangan rapi, usaha juga lebih mudah berkembang,” tambahnya.
Kegiatan ini turut melibatkan perangkat desa serta masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama pendampingan, terutama saat mencoba langsung fitur-fitur pencatatan di aplikasi. Banyak pelaku usaha mengaku terbantu karena proses pencatatan menjadi lebih praktis dibanding metode konvensional.
Dengan adanya program ini, pelaku UMKM di Desa Teteaji diharapkan mampu meningkatkan kerapian administrasi keuangan, memahami kondisi usaha secara lebih jelas, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang akurat. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai menjadi salah satu kunci keberlanjutan dan perkembangan usaha.
Selain memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah lingkungan sosial. Pengalaman tersebut memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. (*)