Sidrap, Edarinfo.com – Badan Gizi Nasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maritengngae Pangkajene 2 Yayasan Malomo meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Pangkajene pada Jum’at, (12/12/25), menandai perluasan jangkauan layanan gizi untuk masyarakat dan pelajar di wilayah Kabupaten Sidrap.

Peresmian ini menjadi langkah strategis yayasan dalam memastikan kebutuhan gizi harian masyarakat yang membutuhkan dapat terpenuhi secara konsisten dan terstandar.

Acara peresmian dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, H. Bachtiar, S.Hi., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Sidrap. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Malomo atas kontribusinya dalam memperkuat pelayanan sosial berbasis gizi di daerah.

“Kami menyambut baik hadirnya Dapur MBG ini. Program seperti ini sesuai dengan program bapak presiden Prabowo Subianto dan saya rasa sangat membantu masyarakat dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga, kita” ujar H. Bachtiar dalam sambutannya.

Acara peresmian berlangsung di lokasi dapur layanan MBG Pangkajene dan dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Malomo, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta sejumlah relawan yang selama ini aktif mendukung program sosial yayasan. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Malomo, Yuliana Nasrullah S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa program MBG ini merupakan program yang dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia serta meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan penanganan stunting

“Dapur ini bukan hanya tempat memasak, tetapi ruang pelayanan yang memastikan setiap warga yang membutuhkan dapat merasakan makanan bergizi secara layak dan manusiawi,” ujarnya dalam peresmian tersebut.

Dapur MBG Pangkajene akan melayani distribusi makanan bergizi bagi masyarakat prasejahtera, anak-anak sekolah, dan penerima manfaat lainnya yang telah terdata. Seluruh proses pengolahan dilakukan dengan standar kebersihan dan kualitas yang ketat, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Selain itu, Yayasan Malomo juga menegaskan bahwa operasional dapur ini akan melibatkan masyarakat setempat, baik sebagai relawan maupun tenaga dapur, sehingga program MBG bukan hanya menjadi pelayanan gizi, tetapi juga wadah pemberdayaan sosial di tingkat lokal.

Dengan beroperasinya Dapur MBG Pangkajene, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat program ini dan mendorong terciptanya ekosistem layanan sosial yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)