Sidrap, Edarinfo.com – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan mutu pangan bagi siswa, belasan tenaga pengolah makanan yang tergabung sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Chef Profesional. Pelatihan yang berfokus pada aspek higiene dan sanitasi ini bertujuan mencegah risiko keracunan pada makanan olahan yang dikonsumsi para siswa.

Direktur LPK Quality Pro School, Rahmadani Safitri, M.Tr.Par., menjelaskan bahwa pelatihan digelar pada 16–18 Oktober 2025 dan dilanjutkan dengan agenda sertifikasi kompetensi oleh LSP Pariwisata Anging Mammiri pada 19 Oktober 2025.

Untuk menjamin mutu materi, kegiatan ini menghadirkan pemateri ahli di bidangnya: seorang dokter lulusan North Henan University China yang membahas kesehatan pangan, seorang Executive Chef profesional, serta seorang akademisi.

Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidrap, Mansur Marsuki, selaku inisiator kegiatan, menuturkan bahwa program ini dirancang untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan profesionalisme para pengelola dapur SPPG.

“Kami berharap melalui pelatihan teori dan praktik intensif dari para trainer yang kompeten, para mitra SPPG tidak hanya mahir memasak, tetapi juga memahami standar kebersihan dan keamanan pangan. Ini tanggung jawab besar, karena menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujar Mansur.

Ia menambahkan, profesi juru masak, terutama yang menangani gizi anak-anak tidak bisa dianggap remeh.

“Profesi ini tidak bisa dicetak dalam setengah hari. Diperlukan standar baku, baik dari sisi peralatan maupun pengetahuan dan SOP, yang sangat krusial dalam pengelolaan makanan bergizi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LSP Pariwisata Anging Mammiri, Dr. Farid Said, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap keahlian seseorang di bidangnya.

“Sertifikasi ini memberikan jaminan mutu dan profesionalisme. Artinya, peserta yang lulus telah memenuhi standar nasional untuk profesinya,” jelas Farid.

Salah satu peserta pelatihan menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini benar-benar membuka mata kami. Selama ini kami memasak berdasarkan pengalaman, tapi sekarang kami paham betapa pentingnya higiene dan sanitasi untuk mencegah kontaminasi. Dengan ilmu dan sertifikat kompetensi nantinya, kami lebih percaya diri menyajikan makanan yang aman dan sehat untuk siswa,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan standar baru pengelolaan dapur SPPG di Sidrap, sekaligus memberikan jaminan bagi para orang tua bahwa makanan yang disajikan untuk anak-anak mereka telah memenuhi standar gizi dan kebersihan yang layak. (*)