Makassar, Edarinfo.com – Praktisi hukum sekaligus investor nasional asal Sulawesi Tenggara, Bayu Sanggra Wisesa, S.H., M.H., C.Med., CHCO., CIC., kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT. Lavender Bina Cindekia, Tbk (kode emiten: BMBL) sebanyak 10.000 lembar. Dengan tambahan ini, total saham yang dimilikinya mencapai 210.000 lembar pada perusahaan pendidikan non-formal yang tengah berkembang pesat di sektor teknologi Indonesia (edutech).

Langkah investasi ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek jangka panjang industri pendidikan digital di Tanah Air, khususnya pada transformasi pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) yang sedang dikembangkan oleh perusahaan.

Lavender Bina Cindekia Tbk dikenal melalui program unggulannya, Supercamp, yaitu sistem bimbingan belajar intensif berbasis asrama yang menggabungkan metode offline dan online (hybrid learning). Kabarnya, ke depan, perusahaan juga berencana mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memperluas jangkauan ke dunia kerja.

Dari sisi fundamental, performa keuangan perusahaan menunjukkan arah pertumbuhan positif. Berdasarkan prospektus, laba bersih BMBL meningkat dari Rp 2,12 miliar pada 2021 menjadi Rp 4,02 miliar pada 2022, sementara rasio liabilitas terhadap aset turun dari 53,67% menjadi 8,79%.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 8,03 miliar atau tumbuh tipis dibandingkan Rp 7,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski mencatat rugi bersih sebesar Rp 79,25 juta akibat peningkatan biaya operasional, BMBL berhasil menjaga arus kas operasi positif sebesar Rp 1,76 miliar, naik signifikan dari Rp 85,5 juta di tahun sebelumnya. Perusahaan juga menurunkan liabilitas jangka panjang menjadi Rp 1,14 miliar dari sebelumnya Rp 1,23 miliar.

Menurut Bayu Sanggra Wisesa, investasi ini bukan sekadar langkah finansial, melainkan bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui teknologi.

“Sektor pendidikan harus bertransformasi mengikuti era digital. Saya melihat PT. Lavender Bina Cindekia Tbk memiliki visi yang progresif dan fondasi bisnis yang kuat untuk menjadi pionir edutech di Indonesia,” ujarnya, Sabtu, (11/10/25).

Kebijakan pendidikan nasional yang menekankan digitalisasi dan kolaborasi sektor swasta, seperti program Merdeka Belajar, Digital Talent Scholarship, hingga skema KPBU di bidang Pendidikan, memberi peluang besar bagi perusahaan seperti BMBL untuk terus berkembang. Namun, Bayu menilai penguatan tata kelola dan kepatuhan hukum tetap menjadi kunci menjaga kepercayaan publik dan menarik minat investor di sektor ini.

“Regulasi pendidikan nasional secara umum memberi dampak positif terhadap prospek PT. Lavender Bina Cindekia Tbk, terutama dalam hal ekspansi digital dan kolaborasi lintas lembaga. Namun, penguatan tata kelola dan kepatuhan hukum menjadi faktor krusial,” tambahnya.

Dengan langkah ini, Bayu Sanggra Wisesa memperkuat struktur kepemilikan dan memberikan dorongan positif terhadap percepatan ekspansi perusahaan, terutama di bidang VR Learning dan sertifikasi profesi berbasis teknologi. (*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan pribadi narasumber dan bukan ajakan untuk membeli saham.