Sosok, Edarinfo.com– Sejak remaja, Cintia Anggraini sudah menapaki jalan yang tak biasa. Di saat teman-temannya sibuk belajar dan bermain, ia diam-diam merajut impian untuk menjadi pengusaha. Saat duduk di bangku SMP, ia mulai membuat dan menjual aksesori buatan tangannya. Dari langkah kecil itulah, perjalanan panjang menuju brand hijab miliknya yang kini dikenal dengan nama Branche Belle bermula.

Selepas lulus SMK, ia mulai menjual tas sambil tetap membuat aksesori. Bahkan ketika sudah bekerja, semangat berdagang tak padam. Namun, sebuah insiden meretas akun Instagram tempatnya berjualan sempat mengguncang. Tak menyerah, ia justru melihat peluang baru: bisnis hijab.

“Saya pernah membaca hadist. Yang dari hadist itu kemungkinan Islam akan semakin maju dan pakaian muslim kemungkinan akan menjadi tren di masa depan” Dari situ saya merasa yakin untuk fokus di bisnis hijab,” ujarnya dalam sesi wawancara ekslusif dengan Edarinfo.

Lahirnya Branche Belle dan Langkah Besar Menuju G20

Tahun 2018 menjadi titik balik penting. Ia mulai merintis bisnis hijab secara lebih serius dan melahirkan brand Branche Belle sebagai identitas produknya. Namun, Cintia sadar bahwa niat baik saja tak cukup. Ia merasa perlu memperkuat ilmunya agar bisa mengambil keputusan bisnis secara tepat. Maka, ia melanjutkan kuliah di jurusan Manajemen Universitas Widyagama Malang melalui jalur beasiswa.

Keseriusannya membuahkan hasil. Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan wirausaha, termasuk Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka (AWMM) di Universitas Brawijaya. Dari program ini, ia memperoleh pendanaan usaha sebesar Rp4 juta dan sebuah undangan yang mengubah hidupnya, menghadiri side event G20 mewakili kampusnya.

“Saya sampai sujud syukur. Nggak nyangka bisa hadir langsung dan bertemu menteri di acara sebesar itu,” kenangnya.

Forum internasional tersebut tak hanya memberi ilmu dan pengalaman, tetapi juga membuka jejaring yang kelak memperkuat langkah bisnis Branche Belle.

Tak berhenti di situ, Cintia terpilih sebagai peserta Entredev dari Kementerian Koperasi dan UKM. Ia mendapatkan mentoring langsung dari para ahli, bertemu pelaku usaha dari berbagai daerah, dan memperluas koneksi yang sangat berarti bagi pengembangan brand-nya.

Branche Belle: Gaya Hidup Muslimah Modern

Lewat Branche Belle, Cintia tak sekadar menjual produk hijab. Ia membawa visi besar: menyuarakan gaya hidup muslimah yang santun, modern, dan stylish. Ia percaya, Indonesia tak hanya bisa menjadi pasar, tapi juga produsen utama pakaian muslim dunia.

“Tantangannya banyak, terutama SDM dan kualitas produksi. Tapi pelan-pelan saya belajar dan membangun tim sendiri,” ujarnya.

Dengan melibatkan tetangga dan teman yang memiliki kemampuan menjahit, ia mengembangkan lini produksi Branche Belle. Produk-produknya mulai dikenal di berbagai kota di Jawa Timur, dan tumbuh melalui promosi digital serta komunitas.

Ke depan, Cintia ingin agar Branche Belle tak hanya sekadar brand fashion, tetapi juga wadah pemberdayaan perempuan dan pembuka lapangan kerja.

“Habiskan Jatah Gagalmu di Waktu Muda”

Cintia percaya bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menjadi besar. Ia mendorong generasi muda untuk tak takut mencoba dan jatuh.

“Habiskan jatah gagalmu di waktu muda. Karena sejatinya hidup itu sewaktu muda. Saat menua, kita hanya ingin, tapi fisik bisa jadi tak memungkinkan.”

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

“Perempuan adalah tiang peradaban. Kalau kita ingin generasi yang hebat, maka perempuannya juga harus hebat.”

Menjadi pengusaha bukan jalan yang mudah. Tapi Cintia sudah membuktikan bahwa ketekunan, ilmu, dan jaringan bisa menjadi fondasi kuat membangun brand seperti Branche Belle.

“Capek saat gagal itu wajar. Tapi jangan berhenti. Istirahatlah sejenak, lalu lanjutkan perjalanan.”

Kini, dari mimpi sederhana seorang remaja, lahirlah Branche Belle, sebuah simbol perjuangan, keberanian, dan inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia.(*)